BANTENRAYA.COM – Tanaman lidah buaya dipercaya memiliki banyak khasiat untuk pengobatan maupun kesehatan, oleh sebab itu sejumlah masyarakat menanam tumbuhan ini untuk dibudidayakan.
Di Kota Serang ada tempat penanaman lidah buaya yang dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp7 ribu per tanaman.
Person In Charge Toko Tanaman Lidah Buaya Kota Serang Ismail Marjuki mengatakan, dirinya baru mengembangkan lidah buaya ini selama enam bulan terakhir dan banyak permintaan dari masyarakat untuk dikonsumsi.
“Niatnya hanya menanam bisasa saja iseng, namun lama kelamaan ternyata banyak tetangga yang minta, sejak saat itu terpikirkan untuk dijual,” kata Ismail kepada Bantenraya.com, di Jalan Ayip Usman, Unyur, Kota Serang, Selasa 3 Maret 2026.
Tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah aloe vera ini, banyak digunakan untuk dikonsumsi secara langsung sebagai minuman, produk perawatan kecantikan, maupun pengobatan.
“Banyak banget manfaat yang dirasakan, rasanya juga cukup enak saat dikonsumsi, jadi tidak ada salahnya untuk menanam juga di rumah,” imbuhnya.
Selain untuk tanaman lidah buaya bibit, Ismail juga memiliki tanaman yang sudah berukuran besar dan siap dipanen kapanpun dengan harga Rp50 ribu per pot.
“Dalam sepekan bisa tiga pot terjual. Dan yang beli bukan dari sini malah dari luar Banten, kalau masyarakat sini belum begitu aware,” jelas Ismail.
Untuk waktu tumbuh dari bibit sampai siap dipanen, lidah buaya memerlukan durasi selama 6 bulan. Selanjutnya, dapat terus dipanen hingga usia 4 tahun.
“Boleh dibilang kalau tanaman lidah buaya ini tidak ada matinya, meskipun sering dipanen beberapa kali dia akan tetap tumbuh lagi. Kalaupun sudah lama, akan muncul lagi bibit yang baru,” ungkapnya.
BACA JUGA: SK RT dan RW di Cilegon Bisa Digadai ke BPRS CM untuk Pengembangan UMKM
Untuk perawatan lidah buaya sendiri terbilang cukup mudah, tidak perlu perawatan yang ekstra dan media tanam yang sulit.
“Lidah buaya ini mudah banget tumbuh, kalau kondisi tanah kurang bagus tinggal dikasih pupuk. Kalau untuk intensitas air juga tidak usah terlalu banyak,” kata Ismail.***











