BANTENRAYA.COM – Balada Batik Banten sebagai sentra penjualan aneka jenis Batik khas Banten, mulai merambah pasar nasional sebagai segmen yang potensial untuk digarap.
Owner Balada Batik Banten TB Asep Pramudya mengatakan, nilai budaya di Banten kini menjadi sebuah aset yang membanggakan, sehingga makna goresan batik mendukung indentitas Banten yang berkembang.
“Ternyata, memang Paguyuban Urang Banten (PUB) itu ada di daerah lain juga, sehingga busana batik Banten ini dipasarkan ke seluruh Indonesia, dan mereka pesan,” kata Asep kepada Bantenraya.com di Jalan Raya Serang-Jakarta, Pakupatan, Kota Serang, Selasa 20 Januari 2026.
Sebagai produk fesyen yang memiliki fluktuasi mengandalkan momentum tertentu, Balada Batik Banten menjadi penyedia busana khas Banten yang terbilang lengkap.
Busana tersebut meliputi, blangkon, kain selendang, celana, baju, hingga aksesori pendamping untuk menambah nilai estetika.
“Beberapa event seperti untuk agenda pra nikah, ceremony peresmian gedung atau jalan misalnya, kini mulai menggunakan pakaian khas Banten, dan kami sediakan,” ungkapnya.
Balada Batik Banten yang digagas sejak tahun 2017 itu, memiliki sekitar 9 jenis batik yang berasal dari kekayaan intelektual di tujuh kabupaten dan kota se Provinsi Banten.
“Untuk saat ini sudah ada semua jenis motif dari delapan kabupaten dan kota, hanya dari Tangerang Selatan saja belum, karena mereka punya batik tulis sehingga produksinya masih terbatas,” jelas Asep.
Harga jual produk Batik Banten di toko tersebut sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp100 ribu hingga Rp400 ribu untuk bahan kain. Sedangkan untuk satu set pakaian yang sudah jadi harganya mulai dari Rp200 ribuan.
“Banyak pilihan motif yang dapat dipilih, untuk satu jenis saja bisa ada 12 varian yang dapat disesuaikan dengan minat pembeli,” paparnya.
BACA JUGA: 38 Ribu Penumpang Kereta Api Batalkan Perjalanan Imbas Rel Kebanjiran
Dalam satu bulan, penjualan Balada Batik Banten bisa diatas 800 pics, terutama pada momen perayaan hari ulang tahun daerah dan lain sebagainya.
“Misalnya untuk momen ulang tahun Banten, atau HUT RI, serta momen pengadaan masuk di bulan April. Sedangkan hari biasa omzet melalui penjualan online mencapai Rp30 jutaan,” kata Asep.
Sebagai informasi, pihaknya juga menggandeng pelaku usaha batik lainnya di Banten dengan menghadirkan sejumlah motif khas, termasuk produk olahan makanan UMKM.***
















