BANTENRAYA.COM – Sejumlah warga di hunian sementara (Huntara) Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong melakukan galang donasi di Alun-alun Rangkasbitung.
Dalam beberapa jam, warga langsung mendapat sejumlah barang berupa 10 sak semen, air mineral, perlengkapan sehari-hari dan sebagainya untuk warga di huntara Cigobang.
Aksi itu sendiri merupakan salah satu bentuk kritik terhadap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat yang tak kunjung membangunkan hunian tetap (huntap) setelah 5 tahun para penyintas banjir bandang dan longsor tahun 2020 di Lebak tinggal di huntara.
BACA JUGA: Risiko Ruang Digital pada Anak, Perlunya Pendampingan Orang Tua hingga Dukungan Kesehatan Mental
“Bahkan hanya beberapa jam kami sudah mendapatkan 10 sak semen dan barang lainnya. Jauh lebih cepat dari pemerintah yang tak ada langkah kongkret selama 6 tahun,” kata salah seorang warga, Zaenuddin saat ditemui, Rabu, 14 Januari 2026.
Zaenuddin menyebut, lewat aksi itu mereka berharap pemerintah bisa Segera merealisasikan janjinya untuk membangun huntap bagi 104 KK yang kini masih tinggal tak layak usai kehilangan tempat tinggalnya.
Zaenuddin bilang, ada sekitar 20 warga huntara Cigobang yang berpartisipasi dalam aksi itu.
BACA JUGA: Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau Yang Sempat Mengguncang Selat Sunda
“Mudah-mudahan pemerintah terdorong untuk segera membangunkan kami huntap yang selama ini selalu beralasan terbentur birokrasi,” ujarnya.
Tak hanya menggalang donasi, para warga yang hadir juga turut membangun replika huntara tepat di depan kantor Bupati Lebak.
Hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada publik kondisi tempat tinggal mereka.
“Ya hanya beratap terpal. Kalau hujan angin semuanya bocor,” tandasnya. ***











