BANTENRAYA.COM – Kapitalisasi modal PT Bank Pembangunan Daerah Banten ( atau Bank Banten yang masih berada pada kisaran Rp3 triliun, dinilai menghambat pengembangan dalam ekspansi bisnis yang lebih luas salah satunya kredit pemilikan rumah (KPR).
Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Banten Suhadi mengatakan, salah satu upaya agar Bank Banten dapat menjalankan akselerasi tersebut ialah melakukan penambahan modal menjadi Rp4 triliun.
“Harapan saya kepada Bank Banten hasil diskusi dengan manajemen Bank Banten dan OJK, angka kesehatan Bank Banten bisa ditingkatkan lagi, mungkin dari level Rp3 triliun ke Rp4 triliun baru bisa menyelenggarakan KPR,” kata Suhadi kepada awak media Rabu 26 November 2025.
Menurutnya Bank Banten, peluang tersebut dapat dioptimalkan mengingat masih tingginya jumlah backlog di Banten yang kini mencapai 500 ribu backlog.
BACA JUGA : Bambang Widyatmoko Tinggalkan Kursi Direksi Bank Banten, Manajemen Siapkan RUPS
“Ini merupakan satu keluhan dari masyarakat yang belum punya rumah agar keluarga baru punya rumah sendiri, oleh sebab itu perlu memanfaatkan fasilitas perbankan,” jelasnya.
Ia menilai, perbankan juga perlu fokus terhadap masyarakat yang bekerja secara non formal, sehingga mendapatkan layana penjaminan untuk memiliki hunian.
“Kita harap bank fokus terhadap pinjaman yang dilakukan untuk masyarakat yang tidak bank able, tidak semua yang punya rumah punya pekerjaan formal, sebagian ada yang belum bank able ini perusahaan daerah Jamkrida siap membantu dan fasilitas kreditnya ada di Bank Banten,” tutur Suhadi.
Meski demikian, pihaknya juga menyayangkan Bank Banten belum bisa menangkap peluang program 3 juta rumah yang digagas oleh pemerintah.
“Kalau KPR bisa bank mana saja, yang penting memenuhi penyediaan KPR kebetulan di Bank Banten belum punya produk KPR itu,” katanya.
BACA JUGA : Laba Bank Banten Naik di Triwulan III 2025, Didukung Kenaikan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Pihaknya berharap langkah tersebut, menjadi penting ditengah target pemerintah dalam merealisasikan sebanyak 19 ribu rumah, Bank Banten sebagai tuan rumah tidak ikut berpartisipasi .
“Karena Bank Banten ini tuan rumah, dan harus bisa menyediakan KPR kalau sudah tersedia, targetnya nanti manajemen akan sampaikan, pada rapat terakhir mereka audah siap untuk meningkatkan kesehatan bank, dan bisa mengeluarkan poroduk KPR,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menegaskan kesiapan institusinya dalam memberikan pembiayaan KPR. Menurutnya, Bank Banten akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank lain guna memperluas pelayanan pembiayaan KPR.
Busthami juga berharap proses Kerja Sama Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim dapat segera terealisasi agar memperkuat kapasitas Bank Banten dalam menyalurkan pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
“Proses sedang berjalan, dan kami sepakat untuk segera merampungkan prosesnya,” kata Bustami.(***)















