BANTENRAYA.COM – Sebanyak 35 orang warga Kota Cilegon yang telah terpilih akan segera mengikuti pelatihan persiapan bekerja ke Jepang.
Pelatihan berlangsung selama 6 bulan di Jakarta Barat.
Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kota Cilegon telah resmi melakukan pelepasan 35 warga Kota Cilegon untuk mengikuti pelatihan persiapan bekerja ke Jepang pada Senin, 17 November 2025.
Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca N Widodo mengatakan, 35 orang warga Cilegon yang mengikuti pelatihan persiapan bekerja ke Jepang merupakan gelombang pertama pada tahun 2025.
“Sekarang baru 35 orang yang ikut, ini baru tahap pertama. Nanti bakal ada beberapa tahap lainnya juga,” kata Panca kepada awak media pada Senin, 17 November 2025.
Adapun targetnya untuk memberangkatkan warga Cilegon bekerja ke Jepang sebanyak 100 orang.
BACA JUGA: Tingkat Pengangguran di Kota Cilegon Melejit, Tembus 7,41 Persen dan Tiga Besar di Banten
Kata dia, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka penganggurang yang ada di Kota Cilegon.
“Dengan segala keterbatasan, kita berupaya bekerja sama dengan LPK (Lembaga Pelatihan dan Kursus) yang ada, untuk memfasilitasi warga Cilegon bekerja ke luar negeri,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, proses pelatihan persiapan bekerja ke Jepang tersebut akan dilaksanakan selama 6 bulan di asrama.
Salah satu persiapannya yaitu warga Cilegon perlu berlatih Bahasa Jepang untuk dapat mempermudah komunikasi di Jepang saat bekerja nanti.
“Pelatihannya 6 bulan, baru nanti akan diberangkatkan ke Jepang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Angka Pengangguran di Banten Turun Tipis, Jumlah Pengangguran Masih Ratusan Ribu
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Mirza Iqbal Pradana mengaku, dirinya sangat senang dapat terpilih bekerja ke Jepang yang difasilitasi oleh Pemkot Cilegon.
“Alhamdulillah rasanya bersyukur banget dapat kesempatan ini setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi, cita-cita saya ke Jepang bisa tercapai,” terangnya.
Mirza menyampaikan, dirinya sudah tertarik dengan negara Jepang dan mulai mempelajari Bahasa Jepang sejak tahun 2019 lalu.
“Sudah mulai belajar bahasanya dikit-dikit dari awal masuk kuliah, bakal saya tekuni di pelatihan ini,” pungkasnya.
Nantinya, warga Kota Cilegon akan bekerja di bidang pengolahan makanan.***















