BANTENRAYA.COM – Badan Penanggulanan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon telah memetakan 4 kecamatan di Kota Cilegon yang menjadi wilayah paling rawan terdampak bencana kegagalan teknologi dari industri.
Kota Cilegon merupakan salah satu kota di Indonesia yang rawan terjadi kegagalan teknologi karena banyaknya industri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon Suhendi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun rencana kontijensi untuk penanganan bencana kegagalan teknologi.
“Sekarang kita sedang menyusun rencana kontijensi (rekon) antisipasi penanganan bencana kegagalan terjadi,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 16 November 2025.
Ia mengungkapkan, penyusunan rencana kontijensi tersebut perlu dilakukan untuk dapat melakukan pencegahan lebih detail.
BACA JUGA: Korem 064 Maulana Yusuf Siap Hadapi Ancaman Bencana Alam
“Kota Cilegon itu kan rawan terhadap potensi daerah yang terkena bencana kegagalan teknologi, makanya saat ini sedang disusun rencana kontijensi,” ungkapnya.
Adapun untuk perencanaan simulasi kegagalan teknologi akan dilaksanakan tahun 2026 mendatang.
“Masih proses penyusunan, nanti tahun 2026 akan dilakukan uji cobanya,” terangnya.
Dalam renkon tersebut, nanti pihaknya untuk dapat mengetahui jenis bahaya kegagalan teknologi hingga membuat skenario penanggulangan dari bencana kegagalan telnologi.
“Renkonnya itu mulai dari pengkajian resiko bencananya, bahaya zatnya, sampai nanti apa yang harus dilakukan industri,” ucapnya.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba, Warga Cilegon Diminta Waspada Potensi Bencana
Berdasarkan data BPBD Kota Cilegon, terdapat 4 kecamatan di Kota Cilegon yang paling rawan terdampak dari bencana kegagalan teknologi yaitu Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Citangkil, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Pulomerak.
“Paling rawan memang 4 kecamatan itu, tapi karena gas dari industri itu bisa terbawa angin kemana-mana tetap bisa kena wilayah yang lain,” terangnya.
Menurutnya, pihak industri perlu dapat melakukan sosialisasi edukasi terhadap masyarakat sekitar untuk melakukan antisipasi kebencanaan.
“Pihak industri harusnya rutin mensosialisasikan bukan hanya ke karyawan saja tapi ke masyarakat kalau terjadi bencana dadi proyeknya apa yang harus dilakukan untuk antisipasi, jelasnya.
Ia meminta kepada seluruh industri di Cilegon untuk dapat melakukan edukasi dan simulasi kebencanaan kepada masyarakat sekitar industrinya.
BACA JUGA: Memasuki Musim Penghujan, Pemkot Cilegon Apel Kesiapsiagaan Bencana
“Dimohon untuk para industri tetap menjaga edukasi dan simulasi ke masyarakat, khawatir jika bencana benar terjadi sudah tau bagaimana mengatasinya,” pintanya.***


















