BANTENRAYA.COM – Salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Pontang diberikan surat peringatan ke dua (SP 2) setelah melakukan pelanggaran terhadap pasien.
SP 2 tersebut diberikan kepada bidan setelah tidak bisa menjaga ucapannya ketika ada pasien yang datang butuh pertolongan pada pukul 02.00 WIB.
Kepala Puskesmas Pontang Bahrum Rangkuti mengatakan, awalnya ada Pasien yang membutuhkan pertolongan bidan pada pukul 02.00 WIB dalam keadaan hamil muda.
“Kemudian ada bahasa bidan yang mungkin menyakitkan hati mungkin. Pasiennya ini hamil enam minggu dan posisinya mual muntah,” ujarnya, Senin 10 November 2025.
Ia menjelaskan, pada pukul 02.00 WIB terdapat tiga bidan yang menerima, namun ada salah satu bidan yang tidak bisa menjaga ucapannya sehingga menyakiti hati pasien.
BACA JUGA : Pejabat Kabupaten Serang Banyak Kolesterolnya Tinggi, Bupati Ingatkan Penyakit Silent Killer
“Kata bidannya kenapa enggak datangnya enggak pagi, enggak sore, kenapa malam-malam. Nah ucapan ini kan sudah salah padahal kalau butuh pertolongan harusnya diterima saja,”katanya.
Bahrum mengaku mendapatkan informasi tersebut pada pagi sekitar pukul 08.00 WiB sehingga langsung melakukan investigasi terhadap tiga bidan yang berjaga pada waktu malam.
“Saya langsung investigasi ke keluarga pasien dan pasiennya. Memang ada disiplin etika-etika komunikasi yang jelek, makanya saya kasih SP peringatan,” jelasnya.
Bidan Tidak Bisa Jaga Ucapan
Pihaknya juga langsung memanggil tiga bidan yang berjaga untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya sehingga membrikan SP 2 terhadap bidan yang dinyatakan bersalah.
“Dia kena SP 2 karena dulu saat bertugas di Poli gigi kurang senyum terhadap pasien. Saya kasih SP 1 dan memang pada waktu itu enggak viral,” tuturnya.
BACA JUGA : Hanya Punya Ijazah SMA, Ratusan Pencaker di Kabupaten Serang Ditolak Perusahaan
Setelah memberikan SP2 terhadap bidan, pihak Puskesmas Pontang lansung mendatangi pasir untuk menyampaikan permohonan maaf setelah adanya kejadian yang tidak menyenangkan tersebut.
“Saya udah langsung minta maaf ke keluarga pasien. Pasien sekarang masih dirawat karena lagi hamil muda,” tuturnya. (***)

















