BANTENRAYA.COM – Meski kasus dugaan penamparan hingga mogok sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak sudah selesai, namun hingga saat ini kejadian mogok sekolah itu masih menjadi perbincangan, khususnya di media sosial.
Sebagian besar warganet menyayangkan aksi 634 siswa SMAN 1 Cimarga yang melakukan mogok sekolah hingga dua hari.
Netizen menilai bahwa hal tersebut bukan tindakan yang layak dilakukan oleh siswa lantaran sekolah merupakan ruang mendisiplinkan.
Tak tanggung-tanggung, warganet bahkan menyerukan agar seluruh alumni SMAN 1 Cimarga dari angkatan yang terlibat agar diblacklist dari dunia kerja di Indonesia.
Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO Kabupaten Lebak juga rupanya punya pandangan terkait aksi mogok sekolah di SMAN 1 Cimarga tersebut.
BACA JUGA: Andra Soni Dinilai Gagap Tangani Isu Viral SMAN 1 Cimarga
Menurut Bendahara APINDO Lebak, Ace Sumiarsa Ali, kasus itu menjadi catatan baru pengusaha di Lebak di tengah banyaknya hal yang harus dievaluasi para tenaga kerja lokal yang bekerja di perusahaan-perusahaan Lebak.
“Dunia kerja merekrut karyawan itu yang berdedikasi tinggi. Kasus kemarin itu kan mungkin menunjukkan karakter (calon angkatan kerja). Perusahaan gak mungkin nyari karyawan yang membangkang,” kata Ace kepada Banten Raya saat dihubungi pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Di sisi lain, Ace juga menyinggung bahwa kondisi saat ini tenaga kerja Lebak yang bekerja di perusahaan yang ada di Lebak masih harus banyak dievaluasi terkait produktivitas.
Adanya kasus SMAN 1 Cimarga kemarin diharapakan bisa menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan angkatan tenaga kerja yang memang benar-benar dibutuhkan.
“Kalau di luar, tenaga kerja asal Lebak itu bagus. Tapi giliran kerja di Lebak sendiri memang ya harus ditingkatkan lagi lah. Contohnya di industri alas kaki di Lebak, standarnya, satu karyawan harus bisa menghasilkan 80 pasang per hari, tapi sekarang baru bisa 30 sampai 40 pasang,” terangnya.
Terkait banyaknya netizen maupun Human Resource Development atau HRD yang meminta agar alumni SMAN 1 Cimarga pada angkatan yang terlibat diblacklist, Ace memastikan bahwa perusahaan di Kabupaten Lebak tidak ada yang secara resmi mengeluarkan statement tersebut.
Ace juga meminta agar keputusan penerimaan atau tidaknya calon tenaga kerja alumni SMAN 1 Cimarga ke perusahaan di Lebak agar menjadi penilaian internal perusahaan saja.
Hal itu untuk menjaga kondusivitas iklim industri di Kabupaten Lebak.
“Tidak ada perusahaan yang berstatement. Tapi ya silahkan saja kalau jadi penilaian, asal tidak dijadikan konsumsi publik. Cukup perusahaan saja yang tahu,” terang Ace.***


















