BANTENRAYA.COM – Madrasah swasta yang ada di Kabupaten Serang membutuhkan peran pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan.
Pasalnya saat ini fasilitas di madrasah swasta mengalami kerusakan dan kesejahteraan guru yang masuk belum maksimal.
Ketua Persatuan Guru Madrasah Indonesia atau PGMI Kabupaten Serang Dadang mengatakan, banyak fasilitas-fasilitas pendidikan di madrasah swasta yang mengalami kerusakan.
“Jumlahnya ada sekitar 650 madrasah dari semua jenjang. Kami ini guru madrasah sama-sama mendidik anak Kabupaten Serang, akan tetapi dalam konteks profesi kami ingin diperhatikan juga oleh pemerintah,” ujarnya di halaman Pendopo Bupati Serang, Senin, 29 September 2025.
Ia menjelaskan, insentif yang diberikan kepada honorer guru madrasah masih mengandalkan dari Biaya Operasional Sekolah atau BOS yang besarannya masih sangat kecil.
BACA JUGA: Bangunan Madrasah Ash-Shafwah Rangkasbitung Nyaris Roboh
“Alhamdulillah Bupati akan memberikan insentif guru madrasah non PNS sebesar Rp300.000 perbulan. Ada delapan ribuan lebih guru honorer madrasah yang sekarang insentifnya masih kecil, kadang ada yang Rp150.000 ada yang Rp200.000,” katanya.
Wakil Ketua PGMI Kabupaten Serang Muhammad Ikbal mengatakan, perhatian pemkab Serang terhadap madrasah swasta masih sangat minim.
“Untuk diketahui sebenarnya Madrasah itu 99 perseb adalah swasta, jadi kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir tidak ada peran pemerintah untuk memperbaiki sarpras, makanya kami datang mengadu ke ibu kami (Ratu Rachmatuzakiyah),” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari 650 madrasah swasta 50 persenya mengalami kerusakan dan kesulitan melakukan perbaikan karena minimnya dana bantuan dari pemerintah.
“lebih dari 50 persen prasarana sekolah rusak karena memang keterbatasan anggaran dari pusat untuk madrasah swasta. Kalau negeri memang dialokasi dari pemerintah pusat langsung,” katanya.
BACA JUGA: Pak Prabowo, Kemenag Kota Cilegon Ingin 81 Madrasah Dapat CKG dan MBG
Pihaknya juga tengah berupaya melakukan kerjasama dengan Pemkab Serang untuk melakukan penanganan terhadap fasilitas yang rusak dan kesejahteraan guru madrasah.
“Kalaupun tidak ada koringnya enggak apa-apa, dari itu semua mungkin ada peluang-peluang yang bisa kami manfaatkan demi kemajuan madrasah,” jelasnya.***


















