BANTENRAYA.COM -Karyawan PT Bahari Makmur Sejati (BMS) masih diliburkan lantaran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai merencanakan pembersihan radioaktif Cs-137 di kawasan Industri Modern Cikande.
Sementara untuk saat ini kurang lebih 4.000 karyawan PT Bahari Makmur Sejati masih diliburkan pembersihan radioaktif Cs-137 di kawasan Industri Modern Cikande..
Pranata Humas Ahli Madya Bapaten Abdul Qohhar mengatakan, pada tahap pembersihan radioaktif Cs-137 dilakukan di lapak besi sebelum melakukan pembersihan di titik lokasi lain.
“Kalau sepemahaman saya pembersihan radioaktif Cs-137, sekarang sudah dalam persiapan untuk evakuasi material di lapak A. Lapak A itu berada di dekat pos polisi Modern Cikande, nanti dilanjut penanganan area lain,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Ia menjelaskan, pembersihan radioaktif Cs-137di salah satu lapak besi ini akan dibersihkan menggunakan alat yang direkomendasikan oleh BRIN dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
BACA JUGA : Diduga Jadi Sumber Radioaktif Cs-137, KLH Siapkan Sanksi Berat untuk PT PMT
“Namun karena nanti yang mengani adalah dari teman-teman KLH dan BRIN, saya kurang paham sejauh mana persiapan dilakukan pembersihan radioaktif Cs-137. Nanti materialnya diangkut dan dipindah ke tempat sesuian rekomendasi BRIN,” katanya.
Qohhar menuturkan, pembersihan meterial Cs-137 di lapak besi tersebut ditergetkan selesai sampai akhir September 2025, sebelum melakukan pembersihan ke lokasi lain.
“Namun berdasarkan rapat terakhir informasinya dari Menteri LH (Hanif Faisol Nurofiq) meminta diselesaikan sesegera mungkin. Ditargetkan untuk lapak A ini sudah selesai di bulan September ini,” jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Raden Faisal Rahmansyah mengatakan, akibat temuan radioaktif Cs-137, sebanyak kurang lebih 4.000 karyawan PT BMS masih belum bisa bekerja.
“Untuk PT BMS sementara posisi buruhnya sedang dirumahkan, di situ terbagi dalam tiga perusahaan outsorching. Meraka belum mendapat kepastian kapan masuk bekerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk perusahaan PT Peter Metal Technology (PMT) dan PT New Asia Pacific Copper Indonesia (NAPCI) yang diduga menjadi sumber Radioaktif Cs-137 belum ada karyawan yang diliburkan.
“PT BMS masih belum beroperasi, tapi untuk PT PMT sama PA NAPCI masih tetap operasional,” katanya.
BACA JUGA : Ada Radioaktif Cs-137 di Modern Cikande, Untirta Sebut Masih Aman Tapi Perlu Waspada
Sebelumnya, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH Irjen Pol Rizal Irawan mengatakan, bahan baku udang yang diproduksi PT BMS Foods masih dalam batas aman.
“Unsur radioaktif hanya terdeteksi pada blower dan ventilator pabrik dengan konsentrasi rendah dan di bawah ambang batas, kemudian segera ditangani melalui dekontaminasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelacakan lebih lanjut mengarah pada PT PMT dengan tingkat radiasi 0,3-0,5 mikrosievert per jam atau lebih tinggi dari kondisi normal 0,1 mikrosievert per jam.
“Pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan izin lingkungan terhadap PT PMT. Langkah hukum perdata dan pidana juga tengah dipersiapkan untuk pihak yang terbukti lalai atau sengaja menimbulkan pencemaran,” ungkapnya. (***)


















