BANTENRAYA.COM – Anak balita stunting di Kota Serang trennya mengalami penurunan.
Penurunan jumlah anak balita stunting ini terungkap dalam rangkaian acara apel pagi, sekaligus pemberian penghargaan konvergensi stunting di Puspemkot Kota Serang, Senin (7/124).
Plh Sekda Kota Serang Imam Rana Hardiana mengaku pihaknya bersyukur jumlah anak balita stunting di Kota Serang mengalami penurunan di tahun 2024 ini.
Baca Juga: 9 Kades di Mancak Diperiksa Bawaslu Kabupaten Serang, Diduga Tidak Netral di Pilkada
“Iya alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan penghargaan penurunan konvergensi stunting,” ujar Imam, kepada Banten Raya, Senin 7 Oktober 2024.
Ia berharap penghargaan penurunan konvergensi stunting menjadi trigger bagi Pemkot Serang.
“Mudah-mudahan menjadi motivasi buat kita semua,” ucap dia.
Baca Juga: Wakil Menteri BUMN: Modernisasi Bantu Pemberdayaan Nasabah PNM Lebih Optimal
Imam juga menjelaskan, penurunan konvergensi stunting ini membuktikan bahwa Pemkot Serang konsen dalam menangani kasus stunting.
“Kita mengharapkan tahun demi tahun akan semakin menurun. Tentunya penanganan stunting ini memberikan jangka panjang bagi kita semua khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia buat anak-anak kita nanti,” tandasnya.
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin mengatakan, tahun 2024 ini stunting di Kota Serang trennya mengalami penurunan stunting.
Baca Juga: Setelah 2 Tahun, Kecamatan Curug Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
“Ini merupakan hasil kerja keras kita semua ya,” kata Hasanuddin, kepada Bantenraya.com.
Ia menjelaskan, jumlah anak balita stunting di Kota Serang trennya menurun dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah Kota Serang dari tahun 2023 itu tercatat 1.214 anak ini tahun 2024 menjadi 732 anak. Sekali lagi sekali lagi saya urut dari tahun 2022 itu sebanyak 1.556 anak. Kemudian tahun 2023 itu tercatat 1214. Kemudian tahun 2024 menjadi 732 anak balita,” jelas dia.
Baca Juga: Fatah Ajak Pemda Bersinergi dengan Untirta
Hasanuddin menerangkan, konvergensi stunting bak memberikan air kotor dari hulu hingga hilir.
Bukan berarti dari hilir dibersihkan saja. Kalau masih kotor ya kotor saja. Kalau konvergensi kita tetap terus ditingkatkan insya Allah kasus stunting semakin terus menurun lagi stunting di Kota Serang,” terangnya.
Ia mengakui kendati stunting di Kota Serang trennya menurun, namun masih jauh dari target pemerintah pusat.
Baca Juga: Warga Buat Sayembara Lapor Pelaku Money Politik, Bakal Diberikan Hadiah Rp15 Juta Per Orang
“Kan harapan dari pusat 14 persen. Kita menurun tapi masih tapi masih di atas 14 itu masih kerja keras kita semua,” pungkas Hasanuddin. ***













