BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Banten membukukan rekor baru setelah turun cukup dalam usai Pandemi Covid-19 tahun 2020.
Pada kuartal pertama tahun 2024, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 663.946 orang, meningkat 38,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebanyak 480.052 orang.
Sementara itu, pada tahun 2021 jumlah kunjungan wisman hanya mencapai 32 ribu orang, disusul tahun 2022 sebanyak 88 ribu orang.
Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Tertibakan Produk Elektronik non SNI Senilai Rp6,7 Miliar di Kabupaten Serang
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, adapun jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta di Banten pada April 2024 sebanyak 157.409 kunjungan.
“Secara tahunan meningkat sebesar 58,54 persen, ini merupakan rekor baru yang cukup baik sejak tiga tahun terakhir,” kata Faizal dikutip Bantenraya.com, Kamis 6 Juni 2024.
Paling banyak wisman yang berkunjung ke Banten padabulan April 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Tiongkok sebesar 18,77 persen, Malaysia 10,01 persen, dan Singapura 6,06 persen.
Baca Juga: Harga Tiket Nonton Film Saat Menghadap Tuhan Hari Ini di Bioskop Jakarta, Budget Mulai Rp25 Ribu
“Wisatawan dari Tiongkok tercatat sebanyak 29.549 orang, selanjutnya ada dari Malaysia ada 15 ribu orang,” imbuhnya.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Banten pada bulan April juga naok mencapai 49,89 persen. Angka ini melonjak sebesar 3,90 poin persen dibandingkan Maret 2024 dan meningkat 5,87 poin persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
“Tercatay TPK Gabungan antara Hotel bintang dan non bintang adalah sebesar 43,13 persen, atau naik 4,35 poin persen dibandingkan kondisi di bulan Maret 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya TPK hotel bintang maupun non bintang masing-masing sebesar 3,90 poin persen dan 5,74 poin persen,” jelas Faizal.
Meski demikian, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel berbintang baik tamu asing dan Indonesia di Banten pada mencapai 1,38 hari.
“Lama hari menginap ini turun 0,08 hari dibandingkan bulan Maret 2024 dan menurun 0,22 hari dibandingkan bulan yang sama tahun 2023,” kata Faizal. ***















