Menggila! 37 Kasus Suspek Campak Terjadi di Kota Cilegon Pada Awal 2023

- Selasa, 21 Februari 2023 | 19:04 WIB
Ilustrasi penyakit campak. Pada awal 2023 ini kasus suspek campak di Kota Cilegon membeludak. (Pexels/Anna Nekrashevich)
Ilustrasi penyakit campak. Pada awal 2023 ini kasus suspek campak di Kota Cilegon membeludak. (Pexels/Anna Nekrashevich)

BANTENRAYA.COM – Sebanyak 72 orang di Kota Cilegon didiagnosa suspek campak

Dari total tersebut, 11 diantaranya dinyatakan positif campak selama 2022.

Data yang diperoleh Bantenraya.com dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon pada tahun 2022, di Kecamatan Cibeber terdapat 12 suspek campak dan 1 dinyatakan positif. 

Baca Juga: Rest Area KM 97A Tol Tangerang Merak Dibangun di Samping Situ Rawa Arum, Begini Penampakannya

Di Kecamatan Citangkil, terdapat 20 kasus suspek campak dan 4 dinyatakan positif. 

Di Kecamatan Cilegon terdapat 11 suspek campak dan 2 dinyatakan positif. Di Kecamatan Ciwandan terdapat 8 kasus suspek campak dan 1 positif. 

Di Kecamatan Jombang terdapat 10 kasus suspek campak dan 1 kasus dinyatakan positif. Di Kecamatan Grogol 1 kasus suspek campak

Baca Juga: Helikopter yang membawa Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Bukit Tamia Berhasil Dievakuasi, Bagaimana Kondisiny

Di Kecamatan Pulomerak terdapat 5 kasus suspek campak dan 2 dinyatakan positif. Di Kecamatan Purwakarta 5 kasus suspek campak.

Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon Febri Naldo mengatakan, dari 72 suspek campak, 11 diantaranya positif campak

”Namun tidak ditemukan kasus kematian akibat campak selama periode 2022,” kata Febri, Selasa, 21 Februari 2023.

Baca Juga: Polisi Siap Gelar Rekonstruksi Kasus Mahasiswi Cantik Dibunuh dengan kloset WC di Pandeglang, Ada Fakta Baru?

Dikatakan Febri, jumlah kasus tertinggi suspek campak terjadi di Kecamatan Cibeber pada 2022. 

”Pada 2023 ini sudah ada 37 kasus suspek campak, namun hasil laboratorium belum keluar,” kata Febri yang juga berprofesi sebagai dokter.

Masih banyaknya kasus campak, kata Febri, dimungkinkan karena cakupan imunisasi yang belum maksimal. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X