BANTENRAYA.COM – Gedung Sekretariat Daerah atau Setda Kota Serang difogging atau pengasapan oleh petugas dari Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Serang, Rabu 17 April 2024 pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Gedung Setda Kota Serang difogging, lantaran diduga ada tiga pegawai anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Serang yang positif terjangkit virus demam berdarah dengue atau DBD.
Bahkan ketiga anggota Satpol PP Kota Serang yang bertugas di Setda itu sempat dirawat di beberapa hari di tiga rumah sakit di Kota Serang.
Ketiga anggota Satpol PP Kota Serang yang diduga positif DBD itu yakni Mamad, Mimin, dan Kamran.
Bahkan, Mimin dan Kamran masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Kota Serang, sementara Mamad sudah pulih dan bertugas di Setda Kota Serang.
Baca Juga: Meresahkan, ICMI Banten Kutuk Perbuatan Sepasang Gay di Alun-alun Kota Serang
Salah satu anggota Satpol PP Kota Serang Mamad membenarkan, Setda Kota Serang telah difogging oleh petugas dari Dinkes Kota Serang.
“Iya tadi pagi disemprot (fogging) sekitar jam 08.00 beres sekitar jam 09.00,” ujar Mamad, ditemui di Setda Kota Serang, Rabu 17 April 2024.
Mamad menuturkan, seluruh ruangan di gedung Setda Kota Serang disemprot. “Semua dari lantai satu sampai lantai 3, terus sampai keluar area gedung Setda disemprot,” tutur dia.
Mamad juga mengaku bahwa dirinya sempat dirawat selama lebih dari sepekan, lantaran diduga terjangkit gigitan nyamuk DBD saat bertugas di Setda Kota Serang.
“Saya seminggu setelah puasa kena (DBD). Sempat dirawat selama 10 hari di RS DKT,” ucapnya.
Selain Mamad, dua rekannya yang bertugas di Setda Kota Serang yakni Mimin dan Karman pun dirawat di dua rumah sakit di Kota Serang.
Baca Juga: Porprov 2026 Tangsel, Tuan Rumah Konsentrasi Menyediakan Venue
“Bu Mimin dirawat di RSUD Drajat Prawiranegara. Kalau Pak Kamran sempat dirujuk di IGD RSUD Kota Serang, sembuh pulang tapi sekarang katanya dirawat lagi di rumah sakit Hermina sudah tiga hari,” kata Mamad.
Mamad menduga nyamuk DBD sudah bersarang di Gedung Setda Kota Serang sejak lama.
“Sekitar jam 10 sampai 11 siang (nyamuk DBD) sudah mulai keluar. Sekitar jam 4 sore udah mulai rame di meja lobi tempat saya bekerja,” ungkap dia.
Mamad mengaku tidak tahu persis nyamuk DBD datangnya dari mana, hanya saja ia mengatakan, sering menyemprot area lobi lantai 1 Setda Kota Serang dengan parfum.
“Justru kita gak, tau padahal sering disemprot pake parfum ruangan justru nyamuk banyak aja. Gak ngerti makanya,” akunya.
Mamad menceritakan dua tahun lalu rekannya Kamran sempat muntah darah di rumahnya diduga karena terjangkit nyamuk DBD.
Baca Juga: Jadi Pemicu Pertengkaran Keluarga, Warga Pabuaran Larang Bank Keliling Masuk ke Wilayahnya
“Dua tahun lalu Kamran kena. Sempat muntah darah di rumahnya. Sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina,” ungkapnya.
Mamad berharap setelah Gedung Setda Kota Serang difogging, nyamuk dan sarang nyamuk DBD sudah musnah, sehingga tidak ada lagi nyamuk DBD berkeliaran mencari mangsa.
“Mudah-mudahan nyamuk DBD itu sudah mati semua, karena khawatir kalau nyamuk DBD masih ada terus menggigit, ke pegawai lainnya yang imunnya lagi turun bisa tertular,” terang Mamad.
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanuddin membenarkan juga bahwa Gedung Setda Kota Serang telah difogging.
“Iya bener tadi pagi difogging di Setda,” kata Ahmad Hasanuddin, kepada Bantenraya.com, Rabu 17 April 2024.
Ahmad Hasanuddin menuturkan, Gedung Setda Kota Serang difogging diduga karena ada korban yang positif terjangkit virus DBD.
Baca Juga: Bobon Santoso: Anak Kecil yang Katarak di Papua Tanpa Penanganan
“Iya katanya minta disemprot (difogging) ada nyamuk DBD,” tutur dia.
Ahmad Hasanuddin mengaku pihaknya belum menanyakan perihal adanya tiga korban yang positif terjangkit virus DBD.
“Saya belum dapet Informasinya tapi belum nanya. Kalau bener ada korban berarti bener, makanya minta disemprot. Cuman saya belum nanya yang kena siapa anggota Satpol PP? Tapi itu artinya bener itu ada hasilnya (positif) ya,” katanya.
Ahmad Hasanuddin mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Serang untuk senantiasa berprilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.
“Intinya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), jaga kebersihan badan, dan jaga pola makan supaya imun tetap kuat sehingga gak gampang sakit,” katanya. ***











