BANTENRAYA.COM – Sejumlah agen atau pedagang timun suri di Kabupaten Pandeglang mengaku mengalami penurunan omzet pada Ramadhan 2024 ini.
Salah seorang pedagang timun suri di Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Nani juga turut merasakan sepinya pembeli yang datang ke lapak miliknya.
Selama 6 hari Ramadhan, ia bahkan hanya bisa menjual kurang dari 150 buah timun suri. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, sehari ia mampu menjual 50 hingga 70 buah.
“Dulu juga pernah sepi pas masa covid dan sekarang juga kerasa sepi. Kayak enam hari ini, masa cuma laku 100 lebih lah. Biasanya banyak pak sehari juga,” kata Nani kepada Banten Raya, 17 Maret 2024.
Penurunan penjualan timun suri di lapak miliknya tentu mempengaruhi pendapatan cuan yang ia peroleh. Biasanya, Nani menjual timun suri di harga yang bervariatif mulai dari Rp 10-15 ribu, tergantung ukurannya.
“Pendapatan ya pasti turun. Itu tinggal diitung kali ya, biasanya dapet berapa, terus sekarang berapa. Udahmah turun, ditambah ongkos ini itu juga lumayan,” paparnya.
Baca Juga: 7 Mitos atau Propaganad Buatan Israel tentang UNRWA, dari Pro Palestina hingga Suplai Milisi
Terpisah, pedagang lain, Ani juga mengeluhkan hal yang sama. Tak hanya penurunan omzet penjualan, ia bahkan sempat mengalami kerugian saat masa penanaman timun suri.
Ani mengatakan bahwa timun suri yang ia miliki merupakan milik petani, namun petani tersebut mendapatkan modal untuk melakukan budidaya darinya.
“Dari petani langsung. Tapi petaninya saya yang modalin. Jadi kerjasama gitulah. Nah, dulu pernah gagal sekali karena kemarau itukan,” terangnya.
Baca Juga: PALING LENGKAP! 3 Bacaan Doa Setelah Sholat Witir dari Tulisan Arab, Latin hingga Artinya
Penjualan timun suri yang menurun disinyalir akibat dari cuaca hujan yang terus menerus turun selama Ramadhan 2024 ini. Menurut Ani, selain menyebabkan penurunan penjualan, hujan juga bisa mempengaruhi usia timun suri yang sudah dipanen.
“Musim hujan kan pak. Jadi ya wajar sih kayaknya. Terus kalo hujan tuh gampang busuk ke buahnya kalo nyimpennya gak benermah,” tandasnya. (Aldi Setiawan/Bantenraya.com)***











