BANTENRAYA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Cilegon memberikan jawaban soal masalah keterbatasan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Cipaot, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.
Untuk diketahui, satu kelas di SDN Cipaot diisi 40 siswa dari total seluruh siswa 400 orang.
Padahal, idealnya satu kelas hanya 24 siswa.
Selain itu, SDN Cipaot juga hanya punya 1 kamar toilet yang berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Santer Soal Pelantikan Rotasi dan Mutasi, Helldy Agustian Bilang Tergantung Tuhan
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila membenarkan kondisi tersebut.
Kata dia, pihaknya juga sudah melakukan analisa dan survei pada 2023 lalu.
Nantinya dibutuhkan relokasi sekolah atau menambah sekolah baru.
“Yah itu kondisinya tanah hanya 400 meter saja seperti perumahan. Ditingkat juga konstruksinya hanya bisa untuk 2 lantai dan sekarang sudah jadi tidak mungkin ditambah,” ujarnya, Jumat 12 Januari 2024.
Baca Juga: Hadapi Musim Penghujan, Warga Pandeglang Wajib Lapor dan Siaga
Heni menyampaikan, akan ada relokasi untuk sekolah tersebut.
Kata dia, bukan saja SDN Cipaot, tapi juga ada dua sekolah lagi di Kecamatan Ciwandan, karena kondisinya lahannya hanya ada 400 meter dan satu lagi karena lahannya sudah milik perusahaan PT Panca Puri.
“Kurang lebih 3 lah kondisinya yang harusbdirelokasi, dua itu karena kendala lahan yang hanya 400 meter, lalu satu lagi itu pemukiman sudah relokasi karena pembangunan pabrik,” ujarnya.
Heni menjelaskan, pada 2024 sekarang diharapkan semuanya sudah ada solusi, sehingga warga bisa mengakses pendidikan dengan nyaman.
Baca Juga: HMI Pertanyakan Kasus Hilangnya 15 Badak Jawa, Balai TNUK Diminta Tanggung Jawab
“Semoga saja itu sudah mulai akan dilakukan. Kalau yang tekena pembangunan Pabrik akan diurus perusahaanya. Kalau yang lahannya sempit relokasi,” ujarnya.
Sebelumnya, salah satu guru SD Negeri Cipaot yang enggan disebutkan namanya menyatakan, kondisi SDN Cipaot over kapasitas karena bukan saja menerima warga sekitar lingkungan, tapi juga menerima para siswa dari Perumahan Bukit Cilegon Asri (BCA).
“Di Kelurahan Bagendung sebenarnya ada dua SD Negeri yakni SD Negeri Cipaot dan SD Negeri Lebak Gebang. Namun, yang terdekat dari Perum BCA yah disini, sehingga setiap tahun over kapasitas dalam penerimaan,” katanya.
Baca Juga: Bapak-bapak di Tasikmalaya Siap Bayar Rp250 Juta, Bagi Orang yang Bisa Mendamaikan Keluarganya
Ia menyatakan, idealnya untuk satu rombongan belajar hanya 24 siswa. Namun, di SD Negeri Cipaot satu rombel itu hampir 40 siswa. Bahkan, itu untuk kelas 1 sampai 4 harus dilakukan 2 kali pelajaran yakni pada pagi dan siang hari.
“Tidak efektif secara jumlah, satu kelas ada 40 siswa dan itu kelas 1 sampai 4 ada dua kelas pagi dan siang. Gurunya terbatas dan harus dua kali mengajar,” jelasnya.
Kondisi over kapasitas tersebut, karena ruang kelas yang minim hanya berjumlah 8 gedung dan juga pihak SD Negeri Cipaot tidak memiliki lahan lagi untuk membangun lokal kela yang baru.
Sebab, yang ada sekarang juga sudah dua tingkat.
Baca Juga: Doa Menyambut Bulan Rajab 2024 Serta Waktu yang Pas untuk Membacanya
“Tidak ada lahan lagi, harus beli lahan tapi tidak bisa karena sudah menyempit,” jelasnya.
Hal yang membuat miris, jelasnya, 400 siswa tersebut sekarang hanya memakai satu toilet saja. Sebab, satu toilet lainnya yang ada tidak berfungsi maksimal.
“400 siwa lebih ini yah pakai satu toilet saja. Satu lagi itu tidak bisa dipakai toilet siswanya,” ucapnya.
Dirinya berharap, ada solusi yang bisa diberikan, misalnya relokasi sekolah, atau dengan membangun sekolah baru yang ada di Perumahan BCA secara langsung.
Baca Juga: Dewan Pengawas KPK Ungkap Skandal Pungli di Rutan KPK, 93 Pegawai Terlibat
“Jadi bisa relokasi dengan membangun gedung di tanah yang lebih luas dan lokal kelas yang banyak. Atau misalnya menambah SD Negeri baru, yakni di dalam perumahan,” ucapnya.
Kondisi tersebut, jelas pria ini, sebenarnya sudah diketahui langsung Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta. Sebab, keduanya sudah berkunjung dan berjanji memberikan solusi.
“Walikota dan wakil sudah ke sini melihat langsung kondisi kami. Sudah kami sampaikan juga kondisinya sudah tidak memungkinkan dan tidak efektif pembelajarannya,” ucapnya.
Baca Juga: Walikota Cilegon Helldy Agustian Mendadak Kumpulkan Lurah, Camat hingga Kepala Dinas
Sementara itu, Lurah Bagendung Eha Nursoleha menyampaikan, sebenarnya kondisi tersebut sudah selalu dikoordinasikan dengan dinas terkait baik itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon.
Namun, kendalanya adalah soal lahan.
“Kebanyakan di Bagedung lahannya yakni lahan milik perumahan dan swasta, pemerintah tidak ada lahan dan harus beli. Sementara developer juga sudah diminta oleh Pemkot Cilegon tapi tidak memberikan kejelasan jawaban,” ucapnya.
Eha menyatakan, adanya sekolah sangat mendesak di Kelurahan Bagendung, apakah dengan relokasi sekolah yang sudah ada ditempat yang lebih luas atau membuat sekolah baru.
“Paling gampang sebenarnya relokasi sekolah lama. Sebab, jika sekolah baru itu takut prosesnya dan administrasinya lama. Tapi kalau relokasi sekolah lama hanya butuh lahan dan gedung baru,” ucapnya. ***














