Arti Makna Kesengsaraan dan Meninggalnya Yesus

- Sabtu, 25 Desember 2021 | 16:39 WIB
Arti Makna Kesengsaraan dan Meninggalnya Yesus  (Pixabay/jeffjacobs1990)
Arti Makna Kesengsaraan dan Meninggalnya Yesus (Pixabay/jeffjacobs1990)

BANTENRAYA.COM - Tuhan Yesus wafat sebagai juruselamat manusia pada abad ke-1 Masehi.

Tuhan Yesus mati tergantung di atas salib dengan menanggung dosa umat manusia. Hukuman ini dijatuhkan atas perintah Gubernur Kerajaan Romawi untuk Yudea, Pontius Pilatus. Yesus kemudian naik ke surga dan hidup bersama dengan Allah atau Bapa.

Dengan menunggu waktu, Tuhan Yesus akan kembali lagi ke muka bumi sebagai juruselamat di akhir zaman. Dia akan hadir di tengah manusia dan menyelamatkan umat Kristiani dari kesengsaraan. Berbicara tentang wafatnya Tuhan Yesus, Tuhan wafat memanggul beban kesalahan seluruh umat manusia. Dia menanggung kesengsaraan seluruh umat Kristiani.

Makna Sengsara dan Wafat Yesus dalam Kristen.

Baca Juga: Pertama Kali Rayakan Moment Natal Bersama Suami dan Anak Tercinta, Felicya Angelista Dipenuhi Kebahagiaan.

Berikut dikutip Bantenraya.com dari laman bersamakristus.org beberapa penjelasan mengenai makna sengsara dan wafat Yesus Kristus dalam agama Kristen.

1. Konsekuensi Kerajaan Allah

Bertumbuh dan berbuah dalam Kristus telah dicontohkan Yesus dengan memberitakan mengenai kerajaan Allah. Wafatnya Yesus tidak sanggup dipisahkan berasal dari riwayat perjalanan karyanya dan hidupnya.

Keteladanan dan tujuan hidup orang Kristen juga telah diberitakan oleh Yesus. Yesus sudah mengambil resiko bersama penderitaan dan kesengsaraannya yang ditanggungnya. Yesus pun sudah memberitahukan kepada murid-muridnya bahwa Ia dapat menderita dan mati di kayu salib.

Baca Juga: Rhoma Irama Didatangi ‘Musuh Berat’, Raja Dangdut: Ngeri-ngeri Sedap Ini

Yesus bertugas memberitakan kerajaan Allah melalui firmannya dan tindakannya, nanti menjadikan dirinya masuk ke dalam penderitaan. Berita yang dibawa Yesus dan tindakannya dinilai benar-benar berbahaya. Para penguasa, penatua Yahudi, para imam kepala, dan para pakar taurat dibuatnya tersinggung bersama segala yang dilaksanakan oleh Yesus.

Yesus memahami bahwa kesaksiannya yang paling kuat dan paling paling akhir adalah kesungguhannya di dalam membawakan berita perihal kerajaan Allah adalah mati demi wartanya tersebut.

Jika Yesus lari berasal dari resiko untuk membawakan berita kerajaan Allah maka lain kembali ceritanya apalagi mungkin Ia tidak mungkin diyakini lagi. Alhasil, Yesus pun berkenan tidak berkenan mengambil sikap untuk menghadapi risiko bersama tegar.

Baca Juga: Egy Akan Jadi Kejutan Kala Timnas Jumpa Singapura di Leg 2 Pial AFF , Ini Prediksi dan Link Streamingnya

Yesus percaya bersama sikapnya yang Ia ambil dapat mengakibatkan lantas hari para muridnya berani ambil resiko seperti dirinya untuk memberitakan kerajaan Allah meskipun harus merelakan nyawa murid-murid Yesus.

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Rekomendasi Kaos 3Second untuk Wanita

Sabtu, 15 April 2023 | 13:38 WIB

Terpopuler

X