• Kamis, 30 Juni 2022

Cerpen Supadilah Iskandar: Monyet Solear Menyerbu Banten

- Rabu, 24 November 2021 | 10:45 WIB
Foto ilustrasi (Pixabay)
Foto ilustrasi (Pixabay)

Sewaktu Widya mengucap salam perpisahan kepada monyet itu, ia memberikan ID Card milik Nikita Dewi sebagai kenang-kenangan. “Jaga baik-baik namanya. Dan jangan pernah mencuri nama orang lain lagi, mengerti?”

“Iya Bu, saya janji, saya tidak akan mencuri lagi,” kata monyet itu dengan raut serius.

“Ngomong-ngomong, kamu tahu motivasi Dewi menitipkan ID Card miliknya kepada saya? Kenapa dia memilih saya?”

“Nggak tahu,” kata monyet menggeleng. “Saya sendiri sempat bertanya-tanya, tapi bagaimanapun, karena titipan itu, saya dan Ibu akhirnya bisa saling ketemu kan? Itulah karenanya, takdir selalu bergerak dengan cara-cara yang misterius….”

“Ya, mungkin saja,” balas Widya.

“Tapi, benarkah apa yang tadi saya sampaikan menyakiti hati Ibu Widya?”

“Menurutmu?”

“Kalau menyakiti Ibu, maafkan saya. Sebenarnya, saya tak berniat menyampaikannya pada Ibu.”

“Ya sudah, nggak apa-apa. Bagaimanapun, hal-hal yang tadi dikemukakan akan membantu saya untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.”

Setelah menyampaikan kata perpisahan dengan monyet itu, Bu Maya mendekati Widya, dan katanya kemudian, “Jadi, sekarang bagaimana? Apa lagi yang akan kita bahas pada pertemuan minggu depan?”

Halaman:

Editor: Muhaemin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X