• Sabtu, 28 Mei 2022

Ini Sejarah Singkat Rebo Wekasan

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:01 WIB
Apa itu Rebo Wekasan di bulan Safar. (Pixabay/jepeter2)
Apa itu Rebo Wekasan di bulan Safar. (Pixabay/jepeter2)

BANTENRAYA.COM - Hari ini adalah hari Rabu yang bertepatan dengan Rebo Wekasan. Pada saat Rebo Wekasan biasanya akan digelar tradisi ritual yang dilaksanakan di hari Rabu akhir di bulan Safar.

Dikutip Bantenraya.com dari beritadiy.pikiran-rakyat.com "Apa Itu Rebo Wekasan di Bulan Safar 2021: Asal-usul Berasal dari Daerah Mana, Doa, Larangan hingga Amalan", asal-usul tradisi Rebo Wekasan bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid, atau biasa disebut: Mujarrobat ad-Dairobi.

Soal Rebo Wekasan pada kitab: Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (w. th 970 H) bahwasannya Syaikh al Kamil Fariduddin Sakarkanji berkata:

Baca Juga: Waduh! Ibu Kota Banten Masih Kekurangan 17.547 Ton Beras  

Sesungguhnya dalam setiap tahun diturunkan 320.000 bencana atau bala dan semuanya diturunkan pada hari Rabu akhir dari bulan Safar, maka hari itu merupakan hari yang paling berat dalam setahun.

Tradisi Rebo Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain.

Bentuk ritual Rebo Wekasan biasanya adalah salat tolak bala atau lidaf'il balaa, berdoa dengan doa khusus, hingga selamatan.

Baca Juga: Dipercaya Keluarga, Istri WH Tak Pernah Tahu Berapa Gaji Suaminya Sebagai Gubernur Banten

Di Serang, biasanya masyarakat membuat ketupat dan ngeriung. Biasanya masuarakat membawa air putih saat ritual doa dilaksanakan.

Lalu air minum itu diminum bahkan disiramkan ke sekeliling rumah guna menghindari bala.

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X