Golok Day, Berawal dari Rekor MURI Hingga Mulai Terkenal di Mata Internasional

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Minggu, 16 Desember 2018 - 21:59:39 WIB   |  dibaca: 1223 kali
Golok Day, Berawal dari Rekor MURI Hingga Mulai Terkenal di Mata Internasional

PENDEKAR BULE : Salah satu pendekar dari Perancis (kanan) yang juga merupakan pembuat film laga di Perancis menjajal jurus pesilat Indonesia saat Golok Day 2018 digelar di Alun-alun Kota Cilegon, Minggu (6/5).

CILEGON - Golok Day merupakan event yang terbentuk karena adanya keinginan melestarikan warisan senjata golok khas Cilegon dan meningkatkan jalinan silaturahmi antar pendekar.

Golok Day lahir di 2015. Saat itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon yang masih bernama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggandeng Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Cilegon dan Event Organizer Dwipa Production sebagai pelaksana teknis kegiatan untuk menyelenggarakan event festival pencak silat yang sudah menjadi rutinitas tahunan sejak 2010.

Untuk lebih meramaikan festival silat yang diselenggarakan pada Selasa, 10 November 2015 di Bunderan Perumnas Cibeber, Kecamatan Cilegon itu, muncul ide dari pemilik Dwipa Production Deden Sunandar selaku penanggung jawab kegiatan festival pencak silat.

Atas dasar kesepakatan yang dihasilkan dari diskusi pihak Disbudpar Cilegon dan IPSI Cilegon serta persetujuan dari Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi dan para sesepuh pendekar, lahir sebuah event yang mengharuskan seluruh pendekar hadir untuk membawa golok kesayangannya. Maka tersebutlah event tersebut sebagai Golok Day.

Golok Day saat itu disambut dengan antusias, terbukti dengan hadirnya 1.000 pendekar dari seluruh wilayah Kota Cilegon dimana ada 500 pendekar yang membawa golok untuk meramaikan event tersebut. Antusiasme Golok Day 2015 memunculkan motivasi untuk kembali menggelar Golok Day di 2016.

Pada Golok Day 2016, Disparbud Cilegon bersama Dwipa Production tidak hanya menggandeng IPSI Cilegon tapi mengajak Himpunan Perguruan Persilatan Banten (HPPB) untuk ikut bergabung dalam event yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman Cilegon (Depan Kantor Walikota Cilegon) pada Sabtu, 30 April 2016.

Pihak panitia juga mengundang seluruh kepala daerah di Banten tapi hanya Bupati Serang Hj Ratu Tatu Chasanah yang berkesempatan hadir. Bahkan Erizal Chaniago, Sekretaris IPSI Pusat hadir untuk menyaksikan kemeriahan Golok Day yang saat itu telah memecahkan rekor untuk dicatat dalam buku Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai event dengan 1.100 pendekar penghunus golok terbanyak di Indonesia.

Selain itu, Golok Day 2016 menjadi momen dimana untuk pertama kalinya Golok Cilegon dikenalkan ke publik oleh pembuatnya Jamhari Sakti, seorang sesepuh pendekar yang menjabat Ketua HPPB Cilegon. Termasuk replika Golok Cilegon raksasa berukuran 5 meter juga pertama kali didisplay dalam acara itu.

Keberhasilah meraih rekor MURI memunculkan tekad untuk menjadikan Golok Day dan festival pencak silat sebagai event berskala nasional pada tahun berikutnya.

Cita-cita terkabul, Festival Pencak Silat Kota Cilegon bermetamorfosa menjadi Festival Pencak Silat Rampak Nusantara yang untuk pertama kalinya sukses digelar di depan Kantor Walikota Cilegon, Minggu, 30 April 2017.

Hadir dalam acara itu, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Perwakilan IPSI Pusat, dan tamu kehormatan dari kedutaan Panama untuk Indonesia serta para kasepuhan dari Ciomas dan Banten.

Deden Kusnandar, Ketua Panitia Festival Pencak Silat Rampak Nusantara dan Golok Day 2017 mengatakan, ada 8 daerah di luar Banten yang mengirimkan pendekarnya untuk berkompetisi menghadapi para pendekar Cilegon dalam festival silat nusantara itu. Kedelapan daerah itu adalah Karawang, Bekasi, Jakarta (Betawi), Depok, Bogor, Bandung, Minahasa, dan Lampung. Selain itu ada juga perguruan dari Banten seperti Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

"Kalau di tahun sebelumnya hanya di tingkat Kota Cilegon saja dan cuma anak cabang IPSI Cilegon saja yang ikut festival silat. 2017 kita sudah kedatangan tamu dari luar daerah. Itu artinya, festival yang digelar di 2017 sudah memasuki tingkat nasional dan kami langsung bertekad untuk kembali menaikan levelnya menjadi event bernuansa internasional di 2018 karena saat itu sudah ada 4 negara yang bersedia ikut setelah kami sukses menggelar Festival Pencak Silat Rampak Nusantara dan Golok Day 2017. Keempat negara itu adalah Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei," ujarnya.

Deden mengungkapkan, tekad menjadikan level bernuansa internasional di 2018 sudah dimatangkan dengan konsep event internasional usai pelaksanaan Golok Day 2017, misalnya melengkapi konten event dengan mengundang peneliti silat dan golok nasional, perancangan festival yang lebih mendunia, menggelar Indonesia Golok Competition, atraksi menggunakan golok, pembuatan golok dari awal hingga jadi, olahraga menggunakan golok, dan lainnya.

Hasilnya, di 2018, Disparbud Kota Cilegon , IPSI Kota Cilegon, HPPB Kota Cilegon, dan Dwipa Production kembali berkolaborasi dan sukses menggelar Golok Day Festival 2018 di Alun-alun Kota Cilegon, Minggu (6/5).

Festival tersebut menyajikan berbagai item seperti Festival Pencak Silat Rampak Nusantara yang diikuti pesilat dari beberapa daerah di Indonesia, display senjata pusaka nusantara, pertemuan pendekar, seminar tentang golok, demo pembuatan Golok Cilegon dan satu item kompetisi hiburan yaitu Cilegon Golok Competition.

Namun yang menarik dalam gelaran Golok Day tahun ini adalah hadirnya Aktor Laga Dunia asal Garut, Jawa Barat, Cecep Arief Rahman.

Selain itu, sejumlah pesilat dan sineas film aksi asal luar negeri hadir dalam Golok Day 2018. mereka berasal dari enam negara sahabat yang ikut bergabung yakni Swiss, Belanda, Prancis, Amerika Serikat, Uzbekistan dan Ukraina. Bahkan dari enam negara itu, tiga diantaranya diwakilkan oleh ketua perguruan silat di masing-masing negaranya yakni Uzbekistan, Perancis, dan Belanda.

Hadirnya tamu dari enam negara tersebut menandakan Festival Golok Day yang sudah berjalan ke empat kalinya ini mulai diminati pecinta silat mancanegara yang artinya bukan tidak mungkin festival golok day menjadi event nasional bahkan internasional.

Tidak hanya berkunjung dan ikut meramaikan Golok Day Festival 2018, bule-bule itu juga unjuk kebolehan dengan mengadu jurus silat yang mereka kuasai di hadapan tamu undangan dan ribuan penonton yang hadir. Mereka saling bertarung dengan jurus terbaik yang mereka kuasai.

Deden mengungkapkan, kehadiran pesilat dari 6 negara sahabat tersebut diawali dengan pertemuan forum Pencak Silat Internasional yang diselenggarakan di Garut, Jawa Barat.

"Ceritanya waktu itu kita mengundang Kang Cecep Arief Rahman, seorang aktor laga dunia yang bermain di film Star Wars. Nah kebeneran waktu kami main ke padepokan beliau, sedang ada forum silat internasional. Ternyata setelah kami berdiskusi tentang golok day ada pesilat beberapa negara yang tertarik menghadiri dan ikut berpartisipasi. Jadi ya keenam negara itu yang hadir. Padahal rencananya akan ada empat negara Asia Tenggara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei yang sebelumnya menyatakan akan hadir dalam Golok Day 2018 malah belum sempat hadir," ujar pria yang akrab disapa Aden ini kepada Banten Raya.

Aden berharap di 2019 Golok Day semakin meriah dan lebih menarik perhatian dunia internasional serta mendapat dukungan penuh dari semua pihak baik itu Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah daerah lainnya yang ada di lingkungan Provinsi Banten.

"Kami juga berharap akan ada pihak swasta dan perusahaan industri yang ikut andil dalam memajukan event budaya di Kota Cilegon yang mampu membawa nama baik Cilegon dan Bantaen seperti Golok Day ini," harapnya. (danang/adv)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook