• Senin, 17 Januari 2022

Jika Kalahkan China di Final Piala Thomas, Indonesia Tetap Tak Boleh Kibarkan Bendera Merah Putih, Ada Apa?

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Ilustrasi Thomas Cup. Indonesia akan menghadapi China di partai final pada Minggu 17 Oktober 2021. (saif71/pixabay.com)
Ilustrasi Thomas Cup. Indonesia akan menghadapi China di partai final pada Minggu 17 Oktober 2021. (saif71/pixabay.com)

BANTENRAYA.COM - Indonesia kembali meraih Piala Thomas yang terakhir kali diboyong tahun 2002 saat melawan China.

Itu jika Indonesia bisa kembali mengalahkan China dalam final piala Thomas yang akan digelar Minggu 17 Oktober 2021 pukul 18.00 WIB.

Indonesia sebelumnya berhasil mengalahkan Denmark di semifinal piala Thomas dengan skor 3-1.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Golkar Ajak Tokoh Parpol Lain yang Belum Beruntung Kembali ke Beringin

Link Live Streaming final Piala Thomas antara Indonesia dengan China bisa disaksikan di link berikut ini.

Meski demikian, meski berhasil memenangkan Piala Thomas, Indonesia tidak bisa mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagi Indonesia Raya.

Hal itu karena hukuman dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Baca Juga: Link Live Streaming Gratis Final Piala Thomas Indonesia vs China Minggu 17 Oktober 2021 Pukul 18.00 WIB

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI), Bambang Roedyanto seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dalam berita berjudul 'Indonesia Juara Thomas Cup, Bendera Merah Putih Kemungkinan Tidak Akan Dikibarkan dan Digantikan Bendera PBSI'.

Bambang Roedyanto atau Rudy Roedyanto menyebut bendera merah putih kemungkinan tidak dapat dikibarkan di Denmark.

"Ada kemungkinan besar untuk TUC (Thomas Uber Cup), kalau ada tim kita naik podium (emas/ perak / perunggu), bendera Indonesia tidak dikibarkan," ucap Rudy Roedyanto.

Baca Juga: Kalah dari Viktor Axelsen, Ginting Masih Bisa Bersyukur

Ia pun membagikan logo PBSI yang akan menjadi bendera pengganti di podium untuk Indonesia hari ini.

Sebelumnya, atlet Indonesia dilarang mengibarkan bendera merah putih sebagai konsekuensi hukuman dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Tidak hanya larangan mengibarkan bendera merah putih, Indonesia juga tidak dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya di multievent internasional.

Baca Juga: Hancurkan Denmark, Indonesia Masuk Final Piala Thomas

Selain itu, Indonesia juga tidak dapat menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat regional, kontinental hingga kejuaraan dunia.

Indonesia dinilai tidak patuh terhadap aturan doping yang dikeluarkan oleh WADA terkait implementasi program uji doping yang efektif.

"Kita harap MOU antara Menpora dan WADA secepatnya," ucap Rudy Roedyanto.

Baca Juga: 11 Siswa MTs Harapan Baru Tewas Tenggelam Saat Kegiatan Susur Sungai di Ciamis

Meski begitu, KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku telah mengirimkan surat ke WADA.

Menpora Zainudin Amali pun menyebut WADA telah memahami kondisi olahraga di Indonesia.

Menurutnya, WADA akan berkaca dan menunggu sampel uji doping di ajang PON XX Papua sehingga ambang batas minimal sampel pengujian (TDP) Indonesia dapat terpenuhi.

Baca Juga: Diperiksa Polisi Usai Kabur dari Wisma Atlet, Rachel Vennya Ditahan?

Indonesia kabarnya tidak akan kehilang hak-haknya di ajang olahraga internasional dan masih bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.

"Saya kira tidak ya, setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemudian WADA sudah merespons bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia," ucap Zainuddin Amali.

Indonesia sendiri berpeluang menjuarai Thomas Cup yang terakhir kali diraih pada 2002.

Indonesia tampil luar biasa di babak semifinal menghadapi tuan rumah Denmark dengan kemenangan 3-1.*** (M Bayu Pratama/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:
1
2
3

Editor: M Hilman Fikri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X