• Selasa, 28 Juni 2022

Kisah Pemilik Burung Merpati Seharga Rp3 Miliar: Selalu Menang Lomba Hingga Dapat Sembilan Mobil

- Jumat, 23 Juli 2021 | 10:56 WIB
WhatsApp Image 2021-07-23 at 10.52.46
WhatsApp Image 2021-07-23 at 10.52.46

SERANG, BANTEN RAYA- Seekor burung merpati jantan yang diberi nama Garong dihargai Rp3 miliar oleh Agus Irianto, sang pemilik. Burung yang sudah sering memenangi lomba merpati kolong di seluruh wilayah Indonesia ini pernah ditawar orang seharga Rp1,7 miliar, tapi tidak dilepas oleh Agus.


Agus menceritakan, bila ditotal sejak ia memiliki burung ini pada 2016, sudah memenangi sembilan lomba yang memiliki hadiah utama mobil. Enam di antaranya merupakan mobil baru, sementara sisanya mobil second. Dalam perlombaan burung kolong, dikenal istilah pra lomba yang berhadiah mobil second dan lomba akbar yang berhadiah mobil baru. Pada pra lomba, si Garong biasanya jarang menang. Sementara lomba akbar, si Garong sering menang lomba.


"Se-Indonesia burung yang paling banyak mendapatkan hadiah mobil cuma si Garong," kata Agus, Kamis (22/7).


Tidak hanya si Garong yang harganya sangat fantastis, bahkan anak dari hasil perkawinan si Garong pun dihargai seharga Rp50 juta. Saat ini Agus sedang berkonsentrasi mengembangbiakkan si Garong bersama dengan betina lain agar menghasilkan anakan. Sebab ada mitos bahwa anakan si Garong nantinya juga akan memiliki kehebatan yang sama dengan induknya. Waktu saya posting si Garong dikawinin, beberapa pesan inden anakannya, katanya.


Agus yang merupakan warga Kecamatan Serang, Kota Serang ini bercerita, awalnya si Garong dinamai BMW oleh pemilik awalnya. Burung itu ia beli dari seseorang pehobi burung kolong juga seharga Rp8 juta.


Ketika pertama kali melihat burung ini, Agus sudah memiliki keyakinan bahwa burung ini akan menjadi juara pada event-event besar, yaitu event di mana hadiah utamanya berupa mobil. Padahal ketika diikutkan lomba oleh pemilk pertamanya, burung ini tidak pernah juara.


Feeling Agus terbukti benar. Ketika pertama kali dilombakan si Garong langsung menyabet juara pertama dan mendapatkan hadiah mobil. Lalu disusul pada event-event besar berikutnya juga mendapakan mobil atau uang tunai puluhan juta rupiah. Pada 2019 lalu, si Garong memenangi Liga Persatuan Merpati Kolong Nasional (PMKN) dengan meraih poin tertinggi sampai 100 point dibandingkan dengan burung lain.


Perihal pemberian nama Garong, Agus mengaku ketika pertama kali menyentuh burung tersebut langsung terpikirkan bahwa nama yang cocok adalah Garong. Ia meyakini sesuai namnya, si Garong akan berupaya sekuat tenaga menggarong hadiah yang disediakan panitia perlombaan. "Saya namain Garong karena saya yakin di lomba apa saja dia akan ngegarong (menang) hadiahnya," kata Agus.


Agus sendiri mengaku tidak bisa langsung memiliki burung itu ketika pertama kali jatuh cinta dan menanyakan harganya kepada pemilik pertama. Bahkan sudah beberapa kali ia ingin membelinya, tapi sang pemilk tidak juga mau melepasnya.

Halaman:

Editor: Redaksi

Terkini

X