BANTENRAYA.COM – Harga emas perhiasan dan batangan Antam di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mulai merangkak naik.
Lonjakan harga emas perhiasan dan batangan ini salah satunya karena pengaruh serangan militer Rusia ke Ukraina, yang mengakibatkan harga emas dunia terus naik.
Imbasnya permintaan emas menurun dan justru banyak masyarakat yang menjual barang berharganya tersebut ke toko emas di PIR.
Baca Juga: Diguyur Hujan Disertai Angin, Rumah Warga Desa Tegal Pandeglang Rusak Tertimpa Pohon
Salah seorang pemilik toko Emas Jaya Murni di PIR, Iwan Setiawan, mengatakan, satu bulan yang lalu harga emas batangan Antam berkisar Rp850 ribu per gram.
Sekarang harga jual emas batangan Antam Rp890 ribu per gram, naik Rp40.000 per gram.
Sedangkan harga jual emas batangan Antam dari masyarakat ke toko emas Rp88.200 per gram.
Baca Juga: 106 Nakes di RSUD Berkah Terpapar Covid-19, Pelayanan Dipastikan Tidak Terganggu
Harga jual emas kadar 90 persen atau 24 karat atau emas murni sebelumnya Rp820 ribu per gram, sekarang harga jual emas 24 karat Rp 860 ribu per gram.
Adapun harga jual emas 24 karat dari masyarakat ke toko emas Rp830 ribu per gram.
Harga jual emas kadar 70 persen atau 23 karat sebelumnya Rp580 per gram, sekarang harga jual emas 23 karat Rp620 ribu per gram. Harga jual emas 23 karat dari masyarakat ke toko emas Rp595 ribu per gram.
Baca Juga: Hasil Survei SMRC: Ganjar Pranowo Unggul di Kalangan Pemilih Kritis
Sedangkan harga emas kadar 30 persen atau 22 karat sebelumnya dijual Rp300 ribu per gram, harga jual sekarang Rp300 ribu per gram, berarti masih stabil. Harga jual emas 22 karat dari masyarakat ke toko emas Rp 285 ribu per gram.
“Iya (emas-red) lagi naik. Dari pusatnya naik karena dolar sama bapok (bahan pokok-red)nya naik,” ujar Iwan Setiawan saat ditemui di tokonya, Senin 28 Februari 2022.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga emas perhiasan dan emas batangan Antam ini juga dipengaruhi adanya serangan militer Rusia ke Ukraina.
“Sebenarnya ada sangkutannya (serangan Rusia ke Ukraina-red) juga. Ngaruh kalau perang dunia itu, karena otomatis dolar naik,” katanya.
“Sehingga persediaan kebutuhan juga naik, perlu rapat, nah itu dolar naik. Butuh buat perbekalan perang,” ungkap dia.
Imbas kenaikan harga emas perhiasan dan emas batangan Antam ini, penjualan emas di PIR sepi.
Baca Juga: Catatan Untuk Umrah Jamaah Indonesia Kini
“Penjualan emas selama korona dari 100 persen, turun 40 persen doang. Lebih rendah dititik rendah. Akibat korona ditambah sekarang perang Rusia ke Ukraina, daya beli masyarakat semakin berkurang,” jelasnya.
Namun kata Iwan Setiawan, akibat harga emas melonjak, tak sedikit masyarakat yang menjual barang simpanan emasnya ke toko emas.
“Untuk penjualan lagi naik yang jual banyak. Kisarannya sehari mencapai 120 gram. Karena lagi butuh uang. Makanya banyak yang jual. Buat kebutuhan karena pailit kekuangan,” terang Iwan.
Kenaikan harga emas ini dirasakan pula oleh para pembeli salah satunya warga asal Kecamatan Kasemen.
Menurut ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya, alasan menjual emas karena harganya sekarang lagi mahal.
“Saya jual emas perhiasan 24 karat sebanyak 20 gram. Harganya lagi naik makanya saya jual karena lagi butuh buat sehari-hari,” kata ibu berkerudung ini.
Baca Juga: Kehilangan Dua Orang yang Dicintai Tepat Sehari Setelah Ulang Tahunnya, Fuji: I Hate Birthday
Berbeda dengan pembeli asal Kasemen, pembeli lainnya asal Lingkungan Tanggul, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, dirinya justru membeli emas 22 karat sebanyak 22 gram dengan harga beli Rp 300 ribu per gram.
“Saya beli emas 22 karat buat simpanan, kebetulan yang emas 22 karat harganya stabil,” ucap ibu yang datang didampingi putrinya. ***



















