Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok


JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Bos PT Masaro Radiokom itu dinyatakan terbukti memberikan suap kepada MS Kaban selaku menteri kehutanan dan sejumlah anggota Komisi IV DPR periode 2004-2009.

Anggoro dinyatakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf b jo pasal 65 ayat (1) KUHP seperti dalam dakwaan primer. “Menjatuhkan pidanan terhadap terdakwa Anggoro Widjojo dengan pidana penjara selama lima tahun,” kata Hakim Ketua Nani Indrawati saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (2/7). Selain itu, hakim juga menjatuhkan pidana denda kepada Anggoro sebesar RP 250 juta. Apabila denda itu tidak diabayar maka diganti pidana kurungan selama dua bulan.

Nani mengatakan, majelis mengesampingkan bantahan yang disampaikan Anggoro maupun MS Kaban. Sebab, faktanya saksi-saksi lain dalam persidangan membenarkan adanya uang dari Anggoro untuk Kaban. "Telah terjadi permintaan sejumlah uang oleh MS Kaban kepada terdakwa sebagaimana keterangan saksi-saksi, bukti rekening, pembelian valas, dan catatan-catatan terdakwa," kata Nani. Majelis menyatakan, fakta hukum itu merupakan rangkaian permintaan uang dari MS Kaban. Meski Kaban sempat menyangkalnya, namun berdasarkan hasil rekaman percakapan membuktikan bahwa menteri kehutanan periode 2004-2009 itu memang meminta uang ke Anggoro.

"Maka disimpulkan ada pemberian sejumlah uang dari terdakwa Anggoro Widjojo kepada saksi MS Kaban," tandas Nani. Hakim Anggota, Ibnu Basuki Widodo menyatakan, Anggoro memberikan uang dan barang karena Kaban mengajukan pengesahan anggaran kepada menteri keuangan. Anggoro, lanjut Ibnu, menerima pesan Blackberry Messenger dari Kaban yang meminta agar dikirimkan uang USD 15 ribu. “Pada tanggal 7 Agustus 2007, terdakwa membeli valuta asing sejumlah USD 15 ribu. Kemudian diberikan kepada saksi MS Kaban di rumah dinas Menhut,” kata Ibnu.

Ibnu menambahkan, pada 16 Agusutus 2007, Anggoro kembali memberikan sejumlah uang kepada Kaban senilai USD 10 ribu karena ada permintaan dari Kaban. Uang itu diserahkan oleh anak Anggoro sekaligu Direktur keuangan PT Masaro, David Angkawidjaya kepada Kaban di rumah dinas Menhut. Ibnu mengatakan, Anggoro pada tanggal 13 Februari 2008 memerintahkan sopirnya Isdriatmoko untuk mengantarkan uang USD 20 ribu ke rumah dinas MS Kaban. Uang itu diserahkan kepada sopir Kaban, Muhamad Yusuf. “Setelah diserahkan kepada Yusuf, terdakwa memberitahu saksi MS Kaban melalui telepon bahwa uang sudah dititipkan kepada Yusuf. MS Kaban menjawab oke,” ujarnya.

Selanjutnya, Anggoro pada 25 Februari 2008 menerima pesan singkat dari Kaban. Kaban meminta agar Anggoro menyediakan traveller cek (TC) 50. Atas permintaan itu, Anggoro menarik secara tunai uang Rp 50 juta dari Bank Permata. Ia menyuruh Isdriatmoko mengantarkan dan memberikan TC itu kepada Kaban di Manggala Wahana Bhakti Dephut. Ibnu menjelaskan, Anggoro pada pertengahan bulan Maret 2008 mengikuti pertemuan di rumah dinas Kaban yang dihadiri antara lain oleh Syuhada Bahri selaku Ketua Umum Dewan Dakwah Indonesia. Dalam pertemuan itu mereka membicarakan permintaan bantuan lift untuk Geduang Mernara Dakwah yang menjadi pusat kegiatan Partai Bulan Bintang maupun acara ormas pendukung PBB. “Pada tanggal 28 Maret 2008, Anggoro membeli dua unit lift kapasitas 800 kg. Lift itu diberikan kepada Kaban untuk digunakan Menara Dakwah. Harga pembeliannya pengadaan dua unit lift USD 58,581.00, pemasangan Rp 40 juta, dan pengadaan sipil untuk pemasangan lift Rp 160.653 juta,” ucap Ibnu.

Ibnu mengatakan, Anggoro menyangkal pemberian uang atau barang kepada Kaban dalam persidangan tanpa memberikan alasan yang patut. Kaban, kata Ibnu, juga membantah menerima uang atau barang. “Menurut majelis hakim itu hanya upaya bagi keduanya untuk menghindar dari tanggungjawabnya. Sehingga tepat bagi majelis mengesampingkan penyangkalan terdakwa dan MS Kaban,” tandasnya. Hal yang dianggap memberatkan hukuman atas Anggoro antara lain karena perbuatan kakak Anggodo Widjojo itu bertentangan dengan upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan sempat melarikan diri keluar negeri untuk menghindar dari tanggungjawab hukum atas perbuatannya. Anggoro juga dianggap terbelit-belit dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan.
Sedangkan hal yang dianggap peringankan putusan, karena Anggoro sudah lanjut usia dan sakit.

Anggoro memilih menerima vonis dari majelis hakim. Sedangkan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi masih berpikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak. Sementara itu, penasihat hukum Anggoro, Thompson Situmeang mengatakan bahwa kliennya tidak mempermasalahkan soal masa hukuman. “Kalau masalah berat atau ringannya hukuman itu kan seperti awal, memang Pak Anggoro mau dihukum berapapun dia akan menerima,” katanya usai persidangan. Justru yang dipersoalkan penasihat hukum Anggoro adalah putusan majelis hakim yang hanya mengutip tuntutan dari jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi. “Faktanya putusan hari ini yang dibacakan copy-paste dari tuntutan penuntut umum. Apa yang disampaikan di sini, titik koma, itu memang dikutip,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Thompson, keputusan majelis hakim untuk Anggoro tidak sesuai dengan fakta persidangan. “Seperti apa yang kami duga bahwa apa yang diputuskan majelis ini tidak sesuai dengan fakta,” katanya. (jpnn)

Beri komentar


Security code
Refresh