Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2072 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1896 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1712 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

SERANG - Mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at diperiksa oleh penyidik pidsus Kejati Banten di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang, Senin (28/9). Aat yang juga menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon tahun 2010 senilai Rp 49,1 miliar itu diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan tahap II untuk tersangka JS dan HS."Tadi kita periksa Pak Aat di lapas," kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Banten Eben Nasar Silalahi, Senin (28/9).

Eben ditanya wartawan soal perkembangan penyidikan kasus pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari. Aat diperiksa selama dua jam oleh penyidik. "Tadi pagi sekitar jam 10 sampai jam 12," ungkap Eben yang mengaku dirinya bersama dua jaksa penyidik lainnya yang melakukan pemeriksaan.

Menurut Eben, penyidikan kasus itu tinggal sedikit lagi dan akan dituangkan dalam bentuk berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan."Tinggal sedikit lagi, kita tinggal meriksa saksi ahli dari ITB dan BPKP," ujarnya.
Ahli dari ITB (Instutut Teknologi Bandung) diperlukan untuk mengetahui kontruksi bangunan dermaga, sedangkan auditor dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) untuk menghitung kerugian negaranya. "Dua minggu ini cukup lah," tegas.

Eben juga menyatakan bahwa saksi dalam kasus ini dianggap sudah cukup sehingga tidak perlu memeriksa saksi lagi. "Sudah cukup," tegasnya.Untuk diketahui, kasus korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kota Cilegon, yang telah menyeret mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at dilimpahkan oleh KPK ke Kejati Banten.

Dalam kasus ini, Aat divonis tiga tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Serang pada Maret 2013 lalu. Aat juga didenda Rp 400 juta subsider tiga bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp 7,5 miliar.

Aat dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 6 tahun penjara.

Dalam sidang terungkap, Aat Syafa’at didakwa melakukan korupsi bersama JS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pelabuhan Kubangsari, dan Direktur PT BRU Lizma Imam Riyadi (alm) selaku kuasa dari PT GMP sebagai pemenang lelang.Proyek ini juga dinilai telah memperkaya Aat Rp 7,5 miliar, PT BRU sebesar Rp 7,7 miliar lebih, dan H Supadi selaku Direktur PT GMP sebesar Rp 700 juta. (marjuki)

SERANG - Dua orang penjahat yang mengumbar tembakan di Mall of Serang (MoS), Kota Serang, Jumat (11/9) malam kemarin berhasil diungkap Satreskrim Polres Serang.Pelaku adalah kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kedua pelaku adalah CI (35), dan KC (22), keduanya merupakan kawanan ...

SERANG - Seorang perempuan yang mengaku bernama Muflihah mengutil di sebuah toko waralaba di Kaujon, Kota Serang, Selasa (8/9). Aksinya terekam CCTV, Muflihah pun ditangkap satuan pengamanan dan siserahkan ke kepolisian bersama barang buktinya. Berdasarkan rekaman CCTV itu, ia mengambil sejumla ...

CILEGON – Pasangan suami istri (pasutri) Nofmalendy dan Fitrianda harus berurusan dengan aparat Polres Cilegon, lantaran melakukan penipuan untuk mendapatkan uang dengan mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, kedua pelaku memp ...
SERANG - Tiga dokter Rumah Sakit (RS) Dr Drajat Prawiranegara, Serang diperiksa penyidik Pidsus Kejari Serang, Rabu (19/8). Mereka adalah Amelia, Anton dan Syarifudin. Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di RS dr Drajat Prawiranegara (eks RSUD Serang) senilai Rp2,4 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang 2014.