Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1725 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1577 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1343 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

SERANG - Erwin hanya bisa tertunduk lesu dan menyesali perbuatanya. Lelaki berusia 25 tahun asal Kampung Semboro, Desa Semboro, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ini harus mempertaunggung jawabkan perbuatanya.
TANGSEL - Aksi pembegalan kembali terjadi di kawasan BSD, perbatasan antara Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang Serpong (Tangsel), Jumat (10/7) dini hari. Korban atas nama Nurul Fajri (25) tewas setelah berduel dengan kawanan begal yang diduga berjumlah empat orang.

Berdasarkan informasi, warga yang tercatat berdomisili di Jalan Smapal Kampung Babakan, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, membonceng seorang wanita asal Sukabumi, Malajuwita (19), saat melintas di Jalan Green Cove BSD. Dari arah belakang, sepeda motor korban diikuti kawanan begal yang menggunakan dua sepeda motor berboncengan.

Tak berapa lama setelah diikuti, sepeda motor korban dipepet dan ditendang begal. Akhirnya Nurul dan Malajuwita terjatuh. Meski sempat bangun dan melawan kawanan begal, Nurul akhirnya terpojok dan langsung ditusuk salah seorang begal pada bagian lehernya.

Sementara itu, sepeda motor korban langsung dilarikan pelaku ke arah AEON Mall atau wilayah Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. "Saya dengar teriakan. Lalu saya datang dan melihat seorang pria tergeletak bersimbah darah," kata saksi mata, Sarmin.

Sarmin mengaku, petugas patroli dari Polsek Cisauk saat itu tiba di lokasi dan langsung membawa korban ke rumah sakit. Sementara teman wanita korban, Malajuwita turut dibawa petugas. "Korban langsung dibawa polisi," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Cisauk Ajun Komisaris (AKP) Ewo Sumono mengatakan pihaknya saat ini masih menangani kasus pembegalan tersebut. Kata dia, teman wanita korban juga sudah diminta keterangan terkait aksi pembegalan yang terjadi."Kita sedang tangani, untuk pengembangan kasusnya sedang ditangani Unit Lantas Polsek Cisauk," kata Kapolsek. (iwan)

RANGKASBITUNG – Nana Sugiana (29) warga Kampung Ciusul, Desa Citorek, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak divonis seumur hidup oleh PN Lebak, Selasa (16/6). Vonis hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang hanya menuntut 16 tahun penjara. Nana yang membunuh tetangganya itu mengaku akan melakukan ba ...
SERANG - Penyidik Satreskrim Polres Serang dilaporkan oleh mantan Manager Carrefour Serang, Yandri ke Propam Polda Banten, Kamis (11/6).Yandri melaporkan penyidik kepolisian itu karena dinilai tidak profesional dan proporsional dalam menangani kasus dugaan pencurian 34 unit air conditioning (AC) dari gudang Carrefour Serang, yang telah memenjarakannya dirinya selama 14 hari bersama dua karyawannya, Holil dan Maman Suprianto serta dua orang penadah AC tersebut, yakni Budi Indrawan dan Rudi Andreano.

Pantauan Banten Raya, Yandi bersama istri dan pengacaranya, Alfan Sari dan Rekan melaporkan penyidik Polres Serang sekitar pukul 13.00 di ruang Propam Polda Banten.Kepada wartawan, Alfan menceritakan bahwa kasus yang menimpa kliennya itu bermula dari laporan hilangnya stok AC di dalam gudang pada 9 April 2015.

Yandri kemudian melakukan investigasi dan pengecekan. Berdasarkan data penjualan, tidak pernah ada transaksi penjualan. "Dari pengecekan selama dua hari oleh skuriti, diketahui bahwa yang sering mengambil stok AC dari gudang tersebut adalah Holil. Saat diinterogasi oleh skuriti, Holil mengakui perebuatannya yang telah melakukan pencurian AC dari gudang itu bersama Maman," kata Alfan.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polres Serang pada 11 April 2015. Pada malam harinya, Holil pun dibawa ke Polres Serang. Keesokan harinya, Yandri dan dua karyawannya dijemput oleh penyidik untuk dimintai keterangan. "Di polres, Yandri tanpa didampingi pengacara atau kuasa hukumnya diminta secara paksa mengakui dirinya sebagai otak kasus pencurian itu," jelas Alfan.

Sementara kepala skuriti dan lima anggotanya yang diperiksa sehari kemudian dibebaskan karena dianggap tidak terbukti dugaan menerima uang penjualan AC itu sebagaimana keterangan Holil."Klien saya akhirnya ditahan selama 14 hari setelah dinyatakan sebagai tersangka. Waktu hari keempat penahanan, klien saya bersama empat tersangka lainnya diminta menandatangani surat pernyataan musyawarah dengan pihak manajemen Carrefour Serang yang dibuat oleh penyidik," ungkapnya.

Dalam surat kesepakatan itu, lanjut Alfan, ada tiga point yang harus disetujui kliennya bersama empat tersangka lainnya, di antaranya diminta bersedia mengembalikan kerugian pihak Carrefour sebesar Rp 449 juta. Padahal,  nilai kerugian totalnya tidak sebesar itu. Yandri juga diminta untuk mengakui kesalahanya. "Waktu itu klien saya dan empat tersangka lainnya diminta patungan untuk mengembalikan kerugian itu masing-masing Rp 50 juta.

Tapi, klien saya tidak bisa mengembalikannya karena tidak punya uang, makanya tidak dibebaskan karena belum menandatangani kesepakatan itu. Sampai terakhir klien saya hanya sanggup mengembalikan Rp 25 juta, dan kesepakatan itu ditandatangani tanggal 28 April 2015, sehingga klien saya dibebaskan," ucapnya.

Alfan mengatakan bahwa kliennya terpaksa menandatangani kesepakatan yang juga berisi atas pengakuan kesalahan itu dikarenakan kliennya dalam kondisi panik dan tidak didampingi pengacara.
"Dengan ditandatanganinya surat kesepakatan itu, pihak manajemen Carrefour mengeluarkan surat PHK secara sepihak, dengan memberikan hak berupa uang pidah dan penggantian hak Rp 11,9 juta. Padahal, klien saya telah mengabdi selama 16 tahun di perusahaan itu," ungkapnya lagi.

Alfan menyatakan, selain melaporkan penyidik, pihaknya juga akan melaporkan kriminalisasi atas kliennya ke Ditreskrimum Polda Banten. Karena, lanjut dia, kasus ini telah direkayasa agar klienya keluar dari perusahaan.

Yandri juga akan menuntut pihak perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja atas pemutusan kerja secara sepihak. "Tahun ini, klien saya seharusnya mendapat promosi jabatan sebagai store manager. Tapi justru dikriminalisasi," paparnya.

Yandri menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus itu. Bahkan, tidak pernah menerima uang dari penjualan 24 unit AC hasil curian itu sebagaimana keterangan Holil. "Holil sendiri mengakui bahwa dirinya terpaksa melibatkan saya, karena ada yang menyuruh, dan dia meminta maaf ke saya," katanya.

Yandri menambahkan bahwa 24 unit AC yang hilang itu dicuri dari dalam gudang dengan cara mengeluarkannya oleh Holil. "Itu tidak sekaligus, tapi selama 3 bulan, kadang sehari satu, dua, diangkut oleh tukang becak," imbuhnya.

Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin saat dikonfirmasi menyatakan belum mengetahui adanya kasus dugaan pencurian 24 unit AC di Carrefour Serang itu. Namun begitu, pihaknya akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut. "Saya baru tahu, tapi nanti saya akan tanya penyidiknya, seperti apa kasusnya," katanya. (marjuki)

SERANG -Rokmat alias Jaeal Abidin, warga Kampung Melias Wetan, Desa Kamurang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang diamankan aparat Polsek Cikande lantaran menganiaya teman wanitanya berinisial Al. Perempuan asal Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang ini dianiaya oleh Rokmat karena menol ...

Komentar Terakhir