Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2072 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1896 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1712 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

SERANG - Seorang oknum guru salah satu SMK di Kota Serang berinisial NS diduga telah memperkosa salah satu siswinya pada Jumat (21/5) malam lalu. Korban sebut saja Melati (16), telah melaporkan kasus ini ke Polres Serang. Mirisnya, perbuatan tak senonoh itu dilakukan NS di ruang OSIS sekolah.

Informasi yang diperoleh, peristiwa dugaan pencabulan yang dialami Melati terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Melati mengikuti kegiatan pramuka yang diadakan di sekolah.

Malam itu, Melati yang sedang melaksanakan kegiatan pramuka itu diajak NS masuk ke ruang OSIS. Karena yang mengajaknya adalah gurunya, Melati mengaku tak merasa curiga. Setelah berada di dalam ruang OSIS, NS memaksa Melati untuk membukan pakaian.

Melati sempat menolaknya dan berniat keluar dari ruangan, namun pintu ruang OSIS tersebut terkunci. NS yang tak kuat menahan birahi, mencekik sambil mengancam Melati jika tidak menuruti ajakannya. Karena ancaman itu, Melati akhirnya tak berdaya dijadikan nafsu bejat gurunya itu.

Usai melampiaskan nafsu bejadnya itu, NS memfoto anak didiknya itu yang tanpa busana dengan menggunakan handphone miliknya. Ia mengancam akan mengeluarkan dari sekolah dan menyebarkan foto bugilnya jika buka mulut.

Meski ada ancaman, Melati tetap mengadukan aib yang menimpanya kepada orangtuanya. Orangtua Melati akhirnya melaporkan kasus itu ke Mapolres Serang.Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang Iptu Juwandi, Senin (23/5), membenarkan adanya laporan asusila yang dilakukan oknum guru terhadap anak didiknya tersebut. "Iya, sedang kita selidiki," tegasnya. (marjuki)
SERANG - Komplotan penguras tabungan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) beraksi di Kota Serang. Kamis (14/4) pagi, uang tabungan sebesar Rp1,7 juta Asep Soleh Purnama, guru SMA Negeri 4 Kota Serang raib dikuras. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB.

SERANG
- Regi Edrika (15), anak baru gede (ABG), menjadi bulan-bulanan warga, setelah kedapatan membobol kotak amal di Masjid Nurul Ittihad, Kampung Blosong RT 02 RW 03, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Minggu (27/3) pagi. Warga yang kesal dengan ulah pelaku yang masih di bawah umur itu, akhirnya ...

TANGERANG - Fahmi Pamungkas (15), siswa kelas 1 SMA Darussalam membacok pemilik yayasan Sri Hastuti (45), dan Muryanah guru honorer, yang juga anak angkat pemilik yayasan, Selasa (6/9) sekitar pukul 23.15 WIB. Aksi pembacokan itu terjadi di dalam rumah korban, RT 01/03 Kampung Bubulak, Keluraha ...
TANGERANG - AJ (16), warga Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji menjadi korban perkosaan. Gadis belia yang diketahui sebagai salah satu siswi SMK di wilayah Pakuhaji ini, diduga digilir oleh 5 orang pemuda, di lapangan sepak bola Kampung Tengkolo, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, atau sekitar 2 kilometer dari rumah korban.

Informasi yang didapat, sebelum diperkosa, korban terlebih dahulu diberikan minuman kaleng, yang diduga telah dibumbui obat bius. Usman Sapta (33), yang mengaku sebagai paman korban mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/9). Namun diketahui setelah hampir satu minggu, setelah korban terlihat murung, dan mengaku alat vitalnya sakit berhari-hari.

"Diketahui baru kemarin. Karena dia (korban) selalu murung dan mengaku kalau alat vitalnya sakit. Tadinya sih tidak ngaku, tapi setelah terus kita desak, akhirnya mengaku, kalau (korban) pada hari Rabu ia diajak teman-temannya di lapangan bola, terus kasih minuman kaleng. Tapi setelah itu, katanya ia enggak sadar kalau digituin," papar papar Usman, Selasa (6/9).

Ia juga mengatakan, usai malam kejadian, korban diantarkan oleh F, yang diduga juga ikut melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban. Namun, pada waktu itu keluarga korban tidak menaruh kecurigaan. Karena, F mengantarkan pelaku dengan baik-baik. "Kalau pengakuannya, di lapangan waktu kejadian, ada 5 orang laki-laki yang ikut ngerjain," katanya.

Saat ini, lanjut Usman, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Sat Reskrim Polresta Tangerang. Ke 5 orang yang diduga sebagai pelaku ini, dilaporkan ke Mapolresta Tangerang, dengan nomor laporan No LP/TBL/X/2015/Resta Tangerang.

Kanit PPA pada Satreskrim Polresta Tangerang, Iptu Wawan Purnama membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, kata Wawan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. "Pada saat laporan, korban sudah kita visum, dan tinggal menunggu hasilnya.

Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut. Kita berharap, bisa terungkap dalam waktu dekat. Karena, berdasarkan laporan kan, tidak hanya satu dua orang. Tapi banyak," pungkasnya. (widi)