Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1826 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1663 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1441 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal


SERANG - Dua orang penjahat yang mengumbar tembakan di Mall of Serang (MoS), Kota Serang, Jumat (11/9) malam kemarin berhasil diungkap Satreskrim Polres Serang.Pelaku adalah kawanan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kedua pelaku adalah CI (35), dan KC (22), keduanya merupakan kawanan ...

SERANG - Seorang perempuan yang mengaku bernama Muflihah mengutil di sebuah toko waralaba di Kaujon, Kota Serang, Selasa (8/9). Aksinya terekam CCTV, Muflihah pun ditangkap satuan pengamanan dan siserahkan ke kepolisian bersama barang buktinya. Berdasarkan rekaman CCTV itu, ia mengambil sejumla ...

CILEGON – Pasangan suami istri (pasutri) Nofmalendy dan Fitrianda harus berurusan dengan aparat Polres Cilegon, lantaran melakukan penipuan untuk mendapatkan uang dengan mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, kedua pelaku memp ...
SERANG - Tiga dokter Rumah Sakit (RS) Dr Drajat Prawiranegara, Serang diperiksa penyidik Pidsus Kejari Serang, Rabu (19/8). Mereka adalah Amelia, Anton dan Syarifudin. Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di RS dr Drajat Prawiranegara (eks RSUD Serang) senilai Rp2,4 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang 2014.
SERANG – Tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten, pekan ini akan menentukan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Sekda Banten Kurdi Matin melalui video berjudul "Sekda Banten Ajak Masyarakat Banten Rampok APBD Banten". Hal itu diungkapkan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten Kombes Polisi Nurullah.

Perwira tinggi melati tiga ini mengaku, tim penyidik Ditkrimsus Polda Banten saat ini sudah mengantongi identitas pelaku. Namun, untuk melengkapi pembuktian, tim penyidik masih melakukan pengkajian dan
meminta komentar terhadap ahli IT.“Kami ingin dalam menyelesaikan sebuah perkara itu tuntas dan profesional. Jika ingin asal-alasan bisa saja dilakukan, dengan menggunakan Pasal 310. Namun, hal itu tidak akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” kata Nurullah kepada Banten Raya melalui telepon, Rabu (19/8).

Dia menilai, dalam mengungkap sebuah perkara tidak hanya memberikan pelajaran bagi pelaku kejahatan. Namun juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kesadaran hukum yang tinggi.“Dalam kasus pencemaran nama baik Sekda ini, kami ingin pasal yang digunakan mengena terhadap calon tersangka,” tegasnya.

Terkait dengan identitas tersangka, Nurullah mengatakan, dalam waktu dua sampai tiga hari mendatang pihaknya akan menentukan tersangka dalam kasus tersebut. Namun, sebelum hal itu dilakukan, tim penyidik membutuhkan gelar perkara.“Saya tidak mau menyebutkan identitas tersangka, sebelum melakukan gelar perkara. Saya ingin semuanya sesuai dengan prosuder yang berlaku, karena dalam menyelesaikan sebuah perkara saya on the track,” katanya.

Hal senada disampaikan Kapolda Banten Brigjen Polisi Boy Rafli Amar, bahwa kasus pencemaran nama baik Sekda Banten Kurdi Matin melalui video berjudul "Sekda Banten Ajak Masyarakat Banten Rampok APBD Banten" menjadi atensi penyidik untuk segera menyelesaikannya. “Saat ini masih dalam proses dan tidak ada permainan dalam perkara ini,” tegas Boy.

Terpisah Arie Cahyadie Chief of Presidium Kumpulan Pemantau Program dan Pembangunan Banten (LSM KP3B) pemilik sekaligus pembuat video tersebut mengatakan, jumpa pers ini bentuk antisipasi terkait dengan informasi adanya pemecatan Kurdi Matin sebagai Sekda Banten.“Jumpa pers ini untuk mengantisipasi informasi pemecatan Kurdi Matin sebagai Sekda Banten, merupakan ide dari saya. Dan saya tidak pernah berkomunikasi sama Pak Sekda,” katanya.

Dia mengaku, hasil pemanggilan secara resmi empat kali oleh tim penyidik Polda Banten, namun koordinasi dengan penyidik tujuh kali lebih. “Saya mengambil gambar tanpa seizin Pak Sekda. Saksi yang sudah dimintai keterangan adalah, saya, Nugraha, Kamal, Rafiq dan Boyke Pribadi,” katanya.

Di lokasi yang sama Forum Silaturahmi Kiai Salafi Provinsi Banten mendesak Polda Banten, menuntaskan kasus pembuatan video berbau fitnah yang mendiskreditkan Sekretaris Provinsi Banten Kurdi Matin yang diakses ke media sosial Youtube. “Konten Youtube selama 45 detik yang sengaja dipotong oleh peng-apload itu berjudul ‘Sekda Banten Ajak Masyarakat Merampok APBD’. Padahal, video yg direkam oleh Ketua LSM KP3B Ari Cahyadi itu berdurasi panjang dengan isi pernyataan Kurdi Matin tidak mengajak masyarakat untuk merampok APBD,” kata juru bicara Forum Silaturahmi Kiai Salafi KH Oni Syahroni.

“Pernyataan Sekda Kurdi Matin yang ada di Youtube itu fitnah. Pak Kurdi itu orang Banten, kami orang Banten, kami sangat menginginkan Banten kondusif. Kami tidak ingin ada lingkaran setan penyebar fitnah di Pemprov Banten yang bertujuan menguasai pemprov melalui fitnah terhadap Pak Kurdi yang bertujuan baikmemperbaiki kinerja pemprov yang katut-marut. Kami mendesak Polda Banten menuntaskan perkara Youtube itu hingga ketemu siapa pengapload dan otaknya," sambungnya.

Menurut KH Oni, jika polda tidak ada itikad menuntaskan kasus video Youtube yang menjurus fitnah terhadap Sekda Kurdi Matin, patut diduga Polda sebenarnya sejak awal tidak akan mencari pelaku pengapload video ke Youtube, selain hanya mengejar kesaksian Ari Cahyadi. Padahal banyak nama yang sudah disebut Ari Cahyadi yang patut diduga mengarah kepada peng-apload dan otak penyuruh. (satibi)



Komentar Terakhir