Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1773 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1623 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1395 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

SERANG - Komplotan penguras tabungan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) beraksi di Kota Serang. Kamis (14/4) pagi, uang tabungan sebesar Rp1,7 juta Asep Soleh Purnama, guru SMA Negeri 4 Kota Serang raib dikuras. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB.

SERANG
- Regi Edrika (15), anak baru gede (ABG), menjadi bulan-bulanan warga, setelah kedapatan membobol kotak amal di Masjid Nurul Ittihad, Kampung Blosong RT 02 RW 03, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Minggu (27/3) pagi. Warga yang kesal dengan ulah pelaku yang masih di bawah umur itu, akhirnya ...

TANGERANG - Fahmi Pamungkas (15), siswa kelas 1 SMA Darussalam membacok pemilik yayasan Sri Hastuti (45), dan Muryanah guru honorer, yang juga anak angkat pemilik yayasan, Selasa (6/9) sekitar pukul 23.15 WIB. Aksi pembacokan itu terjadi di dalam rumah korban, RT 01/03 Kampung Bubulak, Keluraha ...
TANGERANG - AJ (16), warga Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji menjadi korban perkosaan. Gadis belia yang diketahui sebagai salah satu siswi SMK di wilayah Pakuhaji ini, diduga digilir oleh 5 orang pemuda, di lapangan sepak bola Kampung Tengkolo, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, atau sekitar 2 kilometer dari rumah korban.

Informasi yang didapat, sebelum diperkosa, korban terlebih dahulu diberikan minuman kaleng, yang diduga telah dibumbui obat bius. Usman Sapta (33), yang mengaku sebagai paman korban mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/9). Namun diketahui setelah hampir satu minggu, setelah korban terlihat murung, dan mengaku alat vitalnya sakit berhari-hari.

"Diketahui baru kemarin. Karena dia (korban) selalu murung dan mengaku kalau alat vitalnya sakit. Tadinya sih tidak ngaku, tapi setelah terus kita desak, akhirnya mengaku, kalau (korban) pada hari Rabu ia diajak teman-temannya di lapangan bola, terus kasih minuman kaleng. Tapi setelah itu, katanya ia enggak sadar kalau digituin," papar papar Usman, Selasa (6/9).

Ia juga mengatakan, usai malam kejadian, korban diantarkan oleh F, yang diduga juga ikut melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban. Namun, pada waktu itu keluarga korban tidak menaruh kecurigaan. Karena, F mengantarkan pelaku dengan baik-baik. "Kalau pengakuannya, di lapangan waktu kejadian, ada 5 orang laki-laki yang ikut ngerjain," katanya.

Saat ini, lanjut Usman, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Sat Reskrim Polresta Tangerang. Ke 5 orang yang diduga sebagai pelaku ini, dilaporkan ke Mapolresta Tangerang, dengan nomor laporan No LP/TBL/X/2015/Resta Tangerang.

Kanit PPA pada Satreskrim Polresta Tangerang, Iptu Wawan Purnama membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, kata Wawan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. "Pada saat laporan, korban sudah kita visum, dan tinggal menunggu hasilnya.

Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban, dan orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut. Kita berharap, bisa terungkap dalam waktu dekat. Karena, berdasarkan laporan kan, tidak hanya satu dua orang. Tapi banyak," pungkasnya. (widi)
SERANG - Mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at diperiksa oleh penyidik pidsus Kejati Banten di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Serang, Senin (28/9). Aat yang juga menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon tahun 2010 senilai Rp 49,1 miliar itu diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan tahap II untuk tersangka JS dan HS."Tadi kita periksa Pak Aat di lapas," kata Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Banten Eben Nasar Silalahi, Senin (28/9).

Eben ditanya wartawan soal perkembangan penyidikan kasus pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari. Aat diperiksa selama dua jam oleh penyidik. "Tadi pagi sekitar jam 10 sampai jam 12," ungkap Eben yang mengaku dirinya bersama dua jaksa penyidik lainnya yang melakukan pemeriksaan.

Menurut Eben, penyidikan kasus itu tinggal sedikit lagi dan akan dituangkan dalam bentuk berkas untuk dilimpahkan ke pengadilan."Tinggal sedikit lagi, kita tinggal meriksa saksi ahli dari ITB dan BPKP," ujarnya.
Ahli dari ITB (Instutut Teknologi Bandung) diperlukan untuk mengetahui kontruksi bangunan dermaga, sedangkan auditor dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) untuk menghitung kerugian negaranya. "Dua minggu ini cukup lah," tegas.

Eben juga menyatakan bahwa saksi dalam kasus ini dianggap sudah cukup sehingga tidak perlu memeriksa saksi lagi. "Sudah cukup," tegasnya.Untuk diketahui, kasus korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kota Cilegon, yang telah menyeret mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at dilimpahkan oleh KPK ke Kejati Banten.

Dalam kasus ini, Aat divonis tiga tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Serang pada Maret 2013 lalu. Aat juga didenda Rp 400 juta subsider tiga bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp 7,5 miliar.

Aat dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 6 tahun penjara.

Dalam sidang terungkap, Aat Syafa’at didakwa melakukan korupsi bersama JS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pelabuhan Kubangsari, dan Direktur PT BRU Lizma Imam Riyadi (alm) selaku kuasa dari PT GMP sebagai pemenang lelang.Proyek ini juga dinilai telah memperkaya Aat Rp 7,5 miliar, PT BRU sebesar Rp 7,7 miliar lebih, dan H Supadi selaku Direktur PT GMP sebesar Rp 700 juta. (marjuki)

Komentar Terakhir