Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1990 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1818 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1610 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

SERANG – Najib, warga Kampung Pasang Kalong, Kelurahan Cibadak, Cikupa, Tangerang yang merupakan ketua RT setempat dan rekannya, Budi Darmawan diamankan petugas Direktorat Reserse Anti Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten, Senin (29/8) malam.

Kedua tersangka yang membawa satu paket sabu-sabu  itu ditangkap petugas dalam perjalanan di Kampung Pal Enam, Kecamatan Curug, Kota Serang.Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, Selasa (30/8) mengatakan bahwa tertangkapnya kedua tersangka berawal dari informasi warga, yang curiga terhadap sebuah mobil sedan Toyota City B 8785 FP, yang diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu.

“Berbekal informasi tersebut, Subdit II Ditresnarkoba Polda Banten melakukan mengikuti mobil yang dikemudikan tersangka,” kata Zaenudin.Tiba di Kampung Pal Enam, Kecamatan Curug, Kota Serang,
mobil sedan warna abu-abu itu akhirnya disergap petugas.

Kedua tersangka diminta turun dari mobil dan dilakukan penggeledahan. “Dari dalam mobil petugas menemukan satu paket sabu jenis sabu,” ujarnya. Oleh petugas, kedua tersangka langsung diamankan ke Mapolda Banten untuk dimintai keterangan. Setelah ditimbang, satu paket sabu-sabu itu memiliki berat bersih 10 gram. “Kasus ini masih dalam pengembangan petugas. Kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan,” ungkapnya. (satibi)
CILEGON - Pembobolan kembali terjadi diwilayah hukum Kota Cilegon. Kali ini, aksi kejahatan itu menimpa warga Lingkungan Kubang Lesung Pabuaran, Jalan Buyut Sirig, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil. Akibatnya, 2 unit motor Suzuki Satria FU bernomor polisi A 4938 WB dan Honda Beat A 6344 GV hilang digondol pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, Minggu (21/8), pembobolan rumah itu terjadi pada hari Jumat (19/8) kemarin. Aksi kejahatan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang itu baru diketahui pemilik rumah pada pukul 05.00 WIB saat akan melaksanakan ibada sholat Subuh.

Pemilik rumah, Misra mengatakan, pelaku diduga masuk melalui jendela rumahnya dengan cara mencongkel jendela rumah. Setelah mendapatkan dua unit motor Suzuki berharga miliknya, pelaku dengan leluasa keluar melalui pintu depan rumahnya. "Kalau dilihat dari bekasnya, pencuri itu masuk melalui jendela dengan cara mencongkel kaca nako dan keluar melalui pintu depan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Misra mengungkapkan, dirinya baru menyadari jika rumahnya baru saja dimasuki tamu tak diundang sekitar pukul 05.00 WIB, saat dirinya hendak melaksanakan ibadah solat Subuh. Diduga, pelaku melakukan aksi kejahatannya sekitar pukul 04.00 WIB. "Saya baru mengetahui rumah saya dibobol saat saya hendak sholat subuh," ungkapnya.

Misra berharap, para pelaku pembobol rumahnya itu dapat segera ditangkap karena sudah sangat meresahkan dirinya dan beberapa warga lainnya di Kelurahan Taman Baru dan dua unit sepeda motor yang hilang itu dapat kembali. "Mudah-mudahan Suzuki Satria FU berwarna putih hijau bernopol A 4938 WB dan Honda Beat warna merah bernopol A 6344 GV dapat ditemukan," harapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil Herliyani membenarkan adanya rumah warganya kebobolan. Untuk kasus pencurian di wilayah Kelurahan Taman baru, bukan yang pertama kali bahkan sudah sering kejadian ini terjadi modusnya sama yakni dengan mencongkel jendela. "Dari tahun 2015 sampai dengan sekarang pencurian ini belum pernah

terungkap, modus pelaku pencurian dan pembobolan rumah motifnya sama yakni rumah yang berdekatan dengan persawahan, tegalan dan kebun dengan menfaatkan warga terlelap padahal ronda diperkirakan bubar jam 03.30 WIB Perkiraan Aksi pencurian 03.45 - 04 WIB," ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Mohammad Ridzky Salatun mengatakan, pelaku membobol rumah diperkirakan beraksi lebih dari dua orang. Saat ini pihaknya juga masih mendalami kasus pembobolan yang terjadi di wilayah hukum Polres Cilegon. "Untuk kasus pembobolan itu masih kita dalami dan proses penyelidikan," katanya.

Diketahui sebelumnya, sebuah rumah milik pensiunan PT Krakatau Steel (KS), Prapto yang berada di Perumahan Argabaja Pura, Blok B5/18, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol dikuras kawanan pencuri, Senin (15/8).

Pencurian di perumahan mewah itu diduga dilakukan dengan cara merusak gembok pintu gerbang dan mencongkel pintu utama. Pencuri yang membobol rumah Prapto diperkirakan beraksi lebih dari dua orang itu berhasil membawa barang berharga milik korbannya. Adapun barang yang hilang itu adalah TV LCD, Tape, Indovison dan Laptop. (darjat)

Tangsel
- Seorang pria berinisial MA (66) tega membunuh tetangganya sendiri, Sukamto (47) di Jalan Ki Hadjar Dewantara, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Aksi pembunuhan ini dipicu sakit hati, lantaran kakek lima cucu itu tak terima dihina korban. Kepada petugas di Mapolres Tangsel, MA ya ...
TANGSEL- Prilaku bejat pria berinisial R (32) ini tak patut dicontoh. Pria yang berdomisili di Kampung Priangan Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini tega mencabuli anak tirinya sendiri, ER (16).

Celakanya, pencabulan yang dilakukan terhadap ER bukan hanya dilakukan satu kali saja. R kerap kali menggagahi ER saat malam hari, atau saat sang Ibu sedang mencari nafkah di pabrik yang ada di kawasan Serpong Utara.

"Benar. Pencabulan pada anak tiri R terjadi pada malam hari, saat ibu dari ER sedang sibuk bekerja. Prilaku ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2015 silam. Artinya sudah mencapai satu tahun," kata Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan di Mapolres Tangsel, Selasa (2/8).

Modus yang dilancarkan ayah tiri bejat itu, menurut Ayi, yakni R memaksa korban untuk berhubungan seksual. Kebetulan, pelaku R dan korban ER kerap ditinggal hanya berdua saja di rumah. "Pelaku juga mengancam agar ER tidak bercerita apapun kepada ibunya," Kapolres menambahkan.

Lantaran tak tahan dengan kelakuan bejat ayah tirinya itu, akhirnya ER memberanikan diri bercerita kepada neneknya tentang perlakuan ayah tirinya itu. Tak berapa lama, pada Jumat (29/7), neneknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tangsel."Kami langsung lakukan penyidikan terhadap laporan tersebut. Akhirnya kami menangkap R di kediamannya di Kampung Priangan," kata Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Samian menambahkan, kondisi korban yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama (SMP) ini masih trauma. Kata dia, korban ER bakal mendapat pendampingan dari psikologi untuk mengembalikan mentalnya."Sedangkan untuk barang bukti, kami amankan berupa sprei berwarna hijau, celana pendek merah, kaos warna biru tua, baju tidur biru muda dan celana tidur berwarna biru muda," tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan kelakuan bejatnya, pelaku R dikenakan Pasal 81 jo PAsal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuma 15 tahun penjara. (iwan)
SERANG - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang menuntut pidana penjara terhadap kakek berinisial CM (51) selama Sembilan tahun. Ia dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemerkosaan terhadap gadis bisu yang tidak lain adalah tetangganya hingga hamil.

“Kami tuntut dengan pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ujar JPU Bahtiar Hilmi saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (9/6/2016). JPU menjerat CM dengan dakwaan primair Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami jerat dengan dakwaan primair. Adapun pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban dan berbelit-belit. Sedangkan untuk meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Selain pidana 9 tahun kami juga tuntut dengan denda Rp 60 juta subsidair enam bulan penjara,” katanya. Kasus pemerkosaan yang dilakukan CM ini terjadi pada awal Bulan Januari 2015 lalu.

Saat itu, pelaku merangsek masuk ke dalam rumah korban sebut saja Bunga. Sebelum masuk ke dalam rumah gadis berusia 15 tahun itu, pelaku sudah mengintainya. Ketika orang tua dan kakaknya pergi, pelaku langsung masuk ke dalam rumah.

Agar tidak ada yang curiga, pelaku berlagak bertamu ke rumah korban dan mengetuk pintu. Saat bertemu dengan korban, pelaku langsung menggiring gadis bisu itu ke dalam kamar dan membekap mulutnya. Tanpa basa basi, pelaku langsung memperkosa korban. Selang beberapa menit kemudian, YP kakak korban pulang ke rumah. Curiga, YP kemudian menanyakan alasan pelaku masuk ke dalam rumahnya.

Seakan tanpa bersalah, pelaku mengaku baru saja membetulkan kipas. Korban sempat bungkam saat ditanya YP di dalam kamar terkait bertamunya pelaku. Namun keesokan harinya, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan dengan bahasa isyarat telah diperkosa oleh pelaku. Beberapa pekan dari pemerkosaan tersebut, korban ternyata positif hamil.

Berdasarkan pemeriksaan dokter RSUD dr Drajat Prawiranegara korban dinyatakan hamil dengan usia kandungan 15 minggu pada 15 April 2016 lalu. Kasus pemerkosaan tersebut kemudian dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang.

Selang beberapa hari dari laporan itu, pelaku akhirnya ditangkap. Berdasarkan pantauan Kabar Banten, sidang terhadap CM berlangsung tertutup. Pihak keluarga korban tampak terlihat memantau jalannya pesidangan.

Begitu juga dengan korban yang juga terlihat dengan perutnya yang membuncit. Menanggapi tuntutan JPU, pengacara CM, Isbanri menyatakan keberatan. Menurutnya tuntutan JPU terlalu tinggi padahal hubungan seksual tersebut tanpa ada paksaan.

“Kami ajukan pembelaan, menurut kami itu bukan pemerkosaan tapi suka sama suka,” katanya. Rencananya sidang diketuai oleh majelis hakim Emy Cahyani Widiastuti itu akan kembali digelar pada hari Kamis pekan depan. (marjuki)