Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2208 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 2021 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1823 | Komentar

Baca


4 Terduga Penyebar Hoax Diperiksa Polda


SERANG
- Kasus penyebaran berita atau informasi hoax soal gempa susulan 7,5 skala richter, saat ini sudah masuk tahap penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten.

Polda Banten terus menelusuri penyebar informasi hoax soal gempa dan tsunami yang mencatut nama BMKG Klas I Serang. Empat orang berinisial F, S, DFM dan BAK yang diduga menyebarkan info hoax melalui media Instagram dan WhatsApp, telah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

"Soal hoax, kita sudah memperoleh identitas pelaku. Dalam waktu dekat akan kita ambil langkah-langkah," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo usai peresmian gedung pelayanan Polda Banten, Rabu (31/1).

Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim mengatakan, kesemua nama yang diduga pelaku penyebaran hoax tersebut, sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Banten. Sementara ini, status ke empatnya hanya sebagai saksi.

Karim mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, informasi bohong soal prediksi gempa susulan berawal dari akun whatsapp pribadi yang disebar ke beberapa grup whatsapp. "Awalnya akun pribadi, kemudian diviralkan melalui WA dan instagram (IG). Untuk saat ini, kami masih melakukan pengembangan terkait motif penyebaran informasi bohong tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut, Karim menjelaskan, selain melakukan pengembangan motif penyebaran hoax, pihaknya juga tengah mencari pelaku utama penyebar info tersebut agar dapat diketahui maksud penyebaran hoax tersebut."Sekarang sudah tahap sidik, dan sedang kita kembangkan untuk mencari tau niat dan siapa di belakang penyebaran hoax ini," jelasnya.

Kepala BMKG Kelas I Serang Sugarin mengatakan informasi gempa susulan palsu yang disebarkan oleh orang tak bertanggung jawab melalui akun media sosial memang dilaporkan pihaknya ke Polda Banten. "Kita melaporkan itu atas inisiatif sendiri ke Polda Banten pada Kamis tanggal 25 Januari kemarin. Informasi itu jelas sudah cukup merugikan BMKG dan membuat masyarakat resah," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh