Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2206 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 2018 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1821 | Komentar

Baca


Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun


SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Kampung Cibuah, Kelurahan Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang dituntut hukuman 10 tahun penjara dan 6 bulan pelatihan kerja di Lapas Anak Tangerang dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (16/1).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Serang Muhamad Meilan membenarkan jika terdakwa ER dinilai bersalah karena melanggar pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.  "Kumulatif, tuntutannya 10 tahun penjara dan kerja 6 bulan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Dalam tuntutan itu, Meilan mengungkapkan, ada beberapa hal yang memengaruhi tuntutan yakni hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan yaitu terdakwa telah mengakibatkan kehilangan nyawa korban, perbuatan dilakukan secara sadis, perbuatan tidak mencerminkan anak yang tidak manusiawi yang tidak seusia."Sedangkan yang meringankan tidak ada. Itu sudah maksimal," ungkapnya.

Sementara itu, pengacara korban, Andre Pratama mengaku tidak bisa berbuat banyak atas tuntutan yang dijatuhkan kepada ER karena terbentur dengan undang-undang perlindungan anak. Namun dalam menangani kasus ini, pihaknya akan mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk meninjau ulang undang-undang tersebut, karena dinilai masih lemah dan tidak adil bagi pelaku maupun korbannya.

"Kami sadar itu berdasarkan undang-undang perlindungan anak, dan Kejari Serang mengacu terhadap undang-undang itu. Dari keluarga sebenarnya menginginkan hukuman yang lebih dan kita juga menginginkan kasus ini bisa menjadi pelajaran dan kami selaku pihak korban kami akan melakukan judicial review ke MK untuk mengkritisi undang-undang in," katanya.

Ditempat yang sama, orangtua korban, Rofiedi mengaku tidak puas dengan tuntutan yang diberikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pelaku yang juga otak dari pembunuhan anaknya tersebut. “Kalau yang setimpal, menurut saya ya hukum seumur hidup atau hukuman mati,” katanya.

Rofiedi menginginkan hukum yang setimpal karena tidak ingin ada korban-korban lain berjatuhan dengan kasus yang sama. Bahkan apabila tidak puas dengan tuntutan tersebut, pihaknya akan melakukan proses banding dan mengajukannya ke MK.“Saya tidak ingin ada korban lain dengan kasus yang sama. Cukup sampai di sini saja. Kita juga mendesak agar undang-undang itu dirubah,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan ER terhadap  Siti Marhatusolihat dilatarbelakangi patah hati karena cintanya ditolak. Perbuatan pelaku membunuh dan memperkosa korban sudah direncanakan.

Untuk menghilangkan jejak perbuatannya, para pelaku yakni ER yang dibantu 3 pelaku lainnya yaitu RA, Ds dan Rd menguburkan korban di Sungai Cibongor pada 30 November 2017 dan jenazah baru ditemukan warga pada 13 Desember 2017. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh