Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1897 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1716 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1510 | Komentar

Baca


Gadis Cantik Bersimbah Darah di Kosan


KIBIN
- Lusiana Agustin (23), warga Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang nyaris tewas bersimbah darah setelah dibacok Anto, buruh serabutan yang mencoba memerkosanya, Sabtu (21/1) pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut dilakukan di kontrakan Lusi di Gorda Lio, RT 02 RW 03, Desa Kibin, Kecamatan Kibin. Lusi mengalami luka di sikut kanan, kepala, dan pipi kiri, sedangkan Anto berhasil kabur dan masih dikejar petugas kepolisian sampai tadi malam.

Atikah, pemilik kontrakan, sempat memergoki Anto keluar dari kamar Lusiana dengan membawa golok. Karena hanya sendiri, Atikah mengaku saat itu tak berani bertindak. Atikah menceritakan bahwa awalnya ia mendengar suara gaduh dari luar rumahnya.

"Kayak orang berantem. Saya lari keluar dikira di kontrakan belakang. Pas nengok gak ada. Terus kembali masuk rumah, namun suara gelebak-gelebuk terdengar lagi. Pas keluar, saya dengar ada yang minta tolong dari lantai dua. Saya langsung naik ke atas dan langsung mengetuk pintu. Tak lama keluar pelaku cuman pake kolor sambil bawa golok, ya saya takut,” katanya di Kantor Polsek Cikande, Minggu (22/1) dini hari.

Atikah kemudian menemukan Lusiana terbaring tak berdaya dengan darah dimana-mana. “Pas saya masuk kamar dia teriak minta tolong, tolong ibu, tolong saya. Terus saya teriakin orang-orang untuk menolong,” katanya.

Atikah mengaku mengenali Anto karena pernah bekerja mengisi air galon di rumahnya. Sayang, kata Atikah, Anto tergolong tidak jujur. Ia memecatnya karena pelaku menghilangkan 50 galon air lebih. “Ngejual ban serep mobil, terus uang hasil usaha isi ulang galon gak disetor-setorin. Saya rugi sekitar Rp 4 jutaan. Terus pernah ketangkap nyolong hape. Kalau nama panggilan pelaku Anto tapi saya tidak tahu asalnya dari mana kalau dari logatnya bahasa Jawa dan sudah punya istri dan anak di Binuang tapi katanya sih sudah cerai,” katanya.

Setelah Anto tidak lagi bekerja di rumahnya, Atikah mendengar bahwa Anto bekerja di cuci steam motor. “Anto juga diketahui suka ke Lusi. Cuman Lusinya gak mau,” katanya.Mamat pemilik cucian steam tempat Anto bekerja di Kampung Citawa, Desa Kibin, Kecamatan Kibin mengaku tidak kenal dengan Anto.

Mamat mengatakan bahwa Anto datang ke tempatnya meminta bekerja. Kebetulan saat itu ia butuh pegawai, ia kemudian mempekerjakan Anto. "Terakhir ketemu ya tadi pukul 19.00 (Sabtu malam). Dia nitipin sangkur, dan saya cek dulu sebelum disimpan takutnya ada darah tapi dilihat masih bersih, terus dia pamit naik angkot ke arah Cikande,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Cikande Ipda Vitara menuturkan, dari TKP berhasil diamankan sebuah celana jeans panjang, handphone, topi, sandal jepit dan pelakunya masih dalam pengejaran. "Adapun korban masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Rencananya besok (hari ini) mau menjalani operasi di bagian kepala dan jahit di bagian sikut yang uratnya terputus,” katanya. (purnama)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir