Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 67 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 50 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 79 | Komentar

Baca


Rp36 Miliar untuk JKN KIS


SERANG
– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten tahun ini mengalokasikan anggaran Rp36 miliar untuk membiayai premi 135.000 warga kurang mampu menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo mengatakan, program ini sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Angka 135.000 warga kurang mampu merupakan hasil verifikasi Dinas Sosial Provinsi Banten. “Dinsos yang berhak menentukan warga tersebut berhak menerima program ini atau tidak, kami hanya mengalokasikan anggarannya saja,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi membenarkan jika Pemprov Banten mengalokasikan Rp36 miliar untuk peserta JKN-KIS. “Ini salah satu bentuk komitmen kami untuk mensukseskan program pemerintah pusat,” kata Wakil Gubernur.

Ia menjelaskan, program ini berbeda dengan program KTP berobat gratis yang dimiliki oleh Pemprov Banten. Saat ini program KTP berobat gratis yang dicanangkan Pemprov Banten masih dibuatkan regulasinya sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari. “Saat ini kami mencari jalan keluarnya, untuk memberikan hak kesehatan bagi warga Banten, namun bisa melakukan efisiensi anggaran pemerintah,” ungkapnya.

Deputi Direksi Wilayah Banten Kalimantan Barat dan Lampung BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS mengatakan, program pemprov sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu dan berlanjut di tahun 2018 ini. “Untuk alokasinya tahun 2018 sebesar Rp36 miliar, 2017 Rp20 miliar dan tahun 2016 sekitar belasan miliar. Untuk yang tahun 2016 saya tidak hafal nilai pastinya, namun yang jelas belasan miliar,” kata Benjamin. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh