Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 50 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 79 | Komentar

Baca


Korban Tanjakan Emen Dikuburkan Massal


TANGSEL
- Ribuan orang memadati Taman Makam Legoso, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel, Minggu (11/2). Jalanan dipenuhi dengan bendera berwarna kuning. Di lokasi ini, puluhan korban kecelakaan tanjakan Emen, Desa Ciater, Kecamatan Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (10/2) lalu dimakamkan.

Sedikitnya ada 21 korban meninggal dimakamkan di Taman Makam Legoso dari total 27 korban yang tewas. Jenazah tiba pukul 08.28 WIB di RSUD Kota Tangsel. Tangisan memenuhi setiap selasar rumah sakit. Tidak sedikit dari keluarga korban yang jatuh tak sadarkan diri.

Pemakaman di Taman Legoso dimulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Meski dikuburkan massal, namun jenazah ditempatkan tidak satu liang kubur. Setiap jenazah dibuatkan lubang kubur masing-masing, hanya ditimbun bersamaan dan lokasinya bersebelahan.

Korban meninggal dunia di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri) Jono (56), dan Sugianti (55), warga Ciputat Timur. Tangisan serta jeritan dari tiga putra-putri Jono dan Sugianti begitu pilu ketika menerima orang tua mereka tiba dan sudah tak bernyawa lagi.

Rumahnya dipenuhi pelayat di sebuah gang kecil, Jalan Raya Legoso, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Pasutri tersebut sebelumnya tidak diperbolehkan pergi oleh ketiga anak mereka ketika akan melakukan perjalanan Ciater. “Saya ngobrol sama anaknya kalau bapak nggak pamit.

Padahal, biasanya kalau pergi selalu pamit. Tapi anak-anak tau bapak pergi pas udah di jalan,” terang Andri Purwito, keponakan Jono dan Sugianti usai pemakaman di Taman Legoso seperti dilansir Tangerang Ekspress, Minggu (11/2).

Bahkan, ketika mendengar kabar bahwa Jono dan Sugianti telah meninggal di sebuah kecelakaan, putra-putrinya tidak percaya. Akhirnya, mereka pun langsung berangkat ke lokasi kejadian untuk melihat kenyataan yang terjadi pada orang tua mereka.

“Pas tau ada kabar kata Legoso dari broadcast HP. Kami (keluarga) langsung datang ke kelurahan habis Isya. Karena nama masih simpang siur, akhirnya anaknya yang dua orang langsung ngecek ke Subang kepastiannya,” tambah pria yang akrab dipanggil Pewe itu.

Dalam kesehariannya Jono merupakan seorang pengusaha furnitur. Sedangkan Sugianti aktif PKK di Kelurahan Pisangan. “Kalau ibu (Sugianti) ikut kan karena beliau aktivis. Tapi kalau bapak (Jono) katanya sekalian ikut untuk rekreasi,” ucap Pewe.

Tulus Nuryadi, keponakan Jono dan Sugianti menambahkan, ia mengetahui kabar meninggalnya kerabatnya itu dari Facebook. Dimana, “Sudah setahun nggak ketemu mereka. Pas buka facebook ada berita kecelakaan meninggal dunia di Legoso, terus di cek ternyata om dan tante saya,” katanya. (rbnn)



Beri komentar


Security code
Refresh