Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 35 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pemprov Tegur Indonesia Power Soal Batu Bara


PANDEGLANG - Pemprov Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menegur Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU 2 Labuan atas insiden tumpahnya batu bara di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang sehingga mencemari kawasan wisata tersebut. "Kejadian ini kartu kuning sudah. Jangan terjadi lagi. Kalau terjadi, kartu merah sudah dan akan kami berikan sanksi teguran terhadap pelanggaran lingkungan," kata

Kepala DLHK Provinsi Banten Muhammad Husni Hasan saat ditemui di sela kegiatan pembersihan batu bara di Pantai Carita bersama masyarakat, Rabu (17/1).

Husni mewanti-wanti agar kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depan. Menurutnya, tumpahan batu bara dari tongkang bisa diantisipasi seandainya pihak PLTU dan perusahaan pemasok batu bara berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau cuaca.

"Kita sudah mengajak pihak terkait agar saat sedang situasi ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang aturannya bisa diubah dan tidak sama dengan kondisi cuaca saat normal, baik itu cara angkut sandar, bongkar muat maupun lainnya. Di sini harus sering koordinasi dengan BMKG bagaimana kondisi cuaca, kita harus intens setiap hari tentang kondisi cuaca. Pengelolaan limbah batu bara juga tidak bisa dibuang sembarangan," terangnya.

"Harus menjadi catatan penting untuk menghindari terjadinya tumpahan. Masyarakat akan was-was karena batu bara ini sama dengan sampah, walaupun batu bara ini bisa menjadi limbah berbahaya dan beracun jika sudah melalui proses, tapi masih bongkahan dan tidak berbahaya, namun kalau tidak dibersihkan tidak indah dan kotor," katanya lagi.

General Manager Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan PLTU 2 Labuan Zuhdi Rahmanto mengatakan, akan mengumpulkan perusahaan kapal tongkang untuk membahas mengenai teknis pengiriman batu bara yang dilakukan agar tidak tumpah di perjalanan. "Nanti akan kami bahas. Kalau soal batu bara yang tumpah masih tanggung jawab pemilik, jadi kami tidak dirugikan karena serah terima batu bara ini harus di kantor kami," katanya.

Manager Operasional PT BAG Hari Mulyono sebagai pemilik tongkang menjelaskan, tumpahnya batu bara di Pantai Carita akibat faktor cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi. Katanya, saat pengiriman, cuaca masih stabil, namun di perjalanan cuaca berubah menjadi buruk. “Namun saat sampai di perairan laut Labuan cuaca sedang buruk dan akhirnya tongkang terbawa arus gelombang dan tumpah di kawasan pantai," katanya. (yanadi)


Beri komentar


Security code
Refresh