Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 29 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 73 | Komentar

Baca


1 Kilogram Sabu Diblender BNN


SERANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten memusnahkan 1  kilogram narkotika jenis sabu yang diamankan dari tangan YAW, SB, dan G dengan cara diblender, Jumat (12/1). Ketiga tersangka merupakan pengedar narkoba jaringan Lapas Jambe Tangerang, yang ditangkap dua pekan lalu di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Kepala BNNP Banten Brigjen Muhamad Nurochman mengatakan, sabu yang diblender tersebut kemudian dibuang ke dalam kloset. "Sabu yang dimusnahkan adalah hasil penangkapan pada 27 Desember 2017 di wilayah Cikupa. Rencananya, sabu itu akan dijual di daerah Lebak dan Banten untuk dijual menjelang perayaan Tahun Baru," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Nurochman, pengungkapan ini bermula dari penangkapan YAW dan SB yang mengambil sabu di parkiran supermarket di Balaraja, Tangerang. Dari pengakuan keduanya, sabu diatur untuk diperjualbelikan oleh otak sekaligus bandar bernama G alias Loyo di Lapas Jambe. "Tersangka G alias Loyo merupakan pengendali peredaran sabu dari dalam Lapas Tangerang. Sementara YAW dan SB berperan sebagai kurir yang mengedarkan sabu ke seluruh wilayah Banten," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Nurochman, pengungkapan sabu seberat 1 kilogram yang diduga masih berkaitan dengan pengungkapan 1 ton sabu di Anyer pada tahun 2017 oleh Mabes Polri itu sudah berhasil menyelamatkan sedikitnya 4.000 orang dari bahaya narkoba. "Jika satu gram sabu bisa digunakan olah 4 orang. Jadi total kita bisa selamatkan sebanyak 4.000 orang dari bahayanya narkoba ini," ungkapnya.

Nurochman menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan jaringan yang dibuat G alias Loyo. Bahkan, BNNP Banten tengah berkoordinasi dengan BNN pusat untuk pengungkapan jaringan lebih besar lagi. "Ini sedang kita kembangkan, dan kita harus berhati-hati dalam menangani kasus ini," tambahnya.

Nurochman menegaskan, ketiga tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) dan atau pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. "Permasalahan narkoba sudah menjadi permasalahan utama. Ini harus menjadi komitmen bersama dalam pemberantasannya," tegasnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh