Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 29 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 73 | Komentar

Baca


Mahasiswa Ikut Geram dengan Pembunuhan Siti


SERANG - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Banten melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (11/1).

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak majelis hakim memberikan hukuman berat terhadap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Siti Marhatusolihat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Koordinator aksi Ramadhan Igandi mengatakan, jika melihat kekejian yang dilakukan pelaku terhadap Siti, sungguh tidak sangat manusiawi.

Untuk itu, perbuatan pelaku khususnya ER sudah tidak lagi bisa dikategorikan sebagai anak-anak, karena telah melakukan tiga tindak kejahatan. "Tiga kejahatan yang mereka lakukan, pertama melakukan pembunuhan berencana, kemudian melakukan pemerkosaan dan yang terahir mereka melakukan perampokan harta korban," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Selain kejahatan yang dilakukan, Ramadhan mengungkapkan, apabila mengacu pada undang-undang tahun 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 1 Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

"Jika dilihat dalam peraturan perundang-undangan terdapat beberapa batasan usia dewasa dan majelis hakim harusnya mengacu pada Pasal 45 KUHP yang menyatakan batasan anak di bawah umur itu di usia 16 tahun," ungkapnya.

Untuk itu, Ramadhan mendesak agar keempat pelaku pemerkosaan dan pembunuh Siti diadili dan mendapatkan hukuman yang setimpal. "Hakim harus bisa memberikan sanksi yang berat dan melebihi tuntutan jaksa," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Siti, Andri Pratama mengatakan, Kamis (11/1) ini ibunda Siti iminta hadir untuk menjadi saksi tambahan pada sidang lanjutan yang juga menghadirkan ER selaku otak pembunuhan dan pemerkosaan."Ibu korban hari ini menjadi saksi tambahan, beliau akan memberikan keterangan mulai dari pelaku menghubungi korban hingga korban ditemukan," katanya.

Orangtua korban, Rafiedi mengaku tidak mengenal ke empat pelaku yang sudah menghabisi nyawa anaknya. Selama ini, Siti diketahuinya hanya menceritakan perilaku pelaku kepada ibunya saja. "Kalau saya tidak ada yang kenal dan istri saya juga tau dari cerita almarhum (Siti-red) saja, kalau ada orang yang suka menggoda dan memaksa menerima cintanya," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan ER terhadap  Siti Marhatusolihat dilatarbelakangi patah hati karena cintanya ditolak. Perbuatan perlaku untuk membunuh dan memperkosa korban sendiri sudah direncanakan.

Untuk menghilangkan jejak perbuatannya, para pelaku yakni ER yang dibantu 3 pelaku lainya yaitu RA, Ds dan Rd menguburkan korban di sungai Cibongor pada 30 November 2017 dan ditemukan warga pada 13 Desember 2017 lalu. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh