Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 33 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 256 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 276 | Komentar

Baca


Pemprov Siapkan Lahan Khusus Silat


SERANG – Gubernur Banten Wahidin Banten mengatakan, pendekar Banten memiliki peran penting dalam kemerdekaan Banten dan Indonesia bersama para ulama. Mereka bersama-sama mengusir penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan di Tanah Jawara Banten.

“Dulu pejuang-pejuang Indonesia asal Banten adalah pendekar dan ulama. Sudah tidak bisa diragukan lagi peran serta mereka, karena sudah sejarah. Mereka tidak hanya pejuang Banten, pejuang Indonesia, tetapi juga pejuang pembangunan. Solid dan kompak,” kata Wahidin, usai menghadiri silaturahami ulama dan jawara Banten yang bertajuk Tapak Karuhun Banten, di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Minggu (19/11).

Karena itu, ia menilai kegiatan Tapak Karuhun Banten ini sebuah kebangkitan terhadap dunia persilatan di Banten. “Saya kira ini sebuah kebangkitan baru terhadap dunia persilatan pendekar dan debus. Karena bagaimana pun debus sudah menginternasional. Kita hidupkan lagi semangat itu. Secara kan Lahir di Banten, dan Banten pantas menjadi tuan rumah untuk pembangunan dan pelestarian pencak silat dan debus,” katanya.

Namun Wahidin juga mengimbau kepada seluruh pendekar muda Banten untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya sebagai modal hidup untuk menatap masa depan. “Pesilat juga harus belajar-belajar. Selain jago silat juga harus punya ilmu pengetahuan umum, karena harus mengikuti perkembangan jaman. Pendekar muda iya wajib belajar,” tegas dia.

Ia menambahkan, Pemprov Banten pun telah menyiapkan lahan untuk pembangunan padepokan silat di kawasan Sport Center Banten. “Satu hektar lahan telah disiapkan untuk menampung kegiatan pencak silat di Banten tersebut,” imbuh Wahidin.

Sementara itu Walikota Serang Tb. Haerul Jaman berjanji untuk menjadikan pencak silat sebagai destinasi budaya di Banten. Ini dilakukan agar pencak silat ini tidak punah agar menjadi ikon Banten dan Indonesia. “Karena kita pewaris maka kita harus menjaga destinasi budaya ini. Jangan sampai tergerus oleh budaya asing, dan pencak silat harus menjadi karakter yang kuat supaya dapat dikenal di mata dunia,” jelas Jaman.  

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi dengan diadakannya Tapak Karuhun Banten. Ia menilai kegiatan ini simbol persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Banten dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. “Saya bangga kepada seluruh jawara, ulama, dan umaro bersatu.

Saya berharap ini dapat dipertahankan, terlebih dalam waktu dekat ini akan ada agenda pemilukada di kabupaten kota di Banten. Tentu melalui kesatuan dan persatuan ini menjadi modal dalam menjaga kondusifitas dan keamanan di Banten,” ungkap Kapolda.

Senada dikatakan Ketua Panitia Tapak Karuhun Banten Nunung Syaifudin. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Saya harap ini menjadi agenda tahunan dan ikon masyarakat Banten seperti halnya sekaten di Jogja dan Solo,” harap Nunung.

Ia pun bertekad untuk menjadi garda terdepan untuk mengawal pembangunan di Banten dan Indonesia. “Kami siap menjadi garda terdepan Banten, mengawal pemerintahan Provinsi Banten yang beriman dan bertakwa, dan mengawal pancasila bersatu untuk NKRI,” tegasnya.

Pada kesempatan ini tampak hadir, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten Deden Apriandhi Hartawan, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Danrem 064 Maulana Yusuf Serang Kolonel CZI Ito Hediarto, dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banten. (harir)

Beri komentar


Security code
Refresh