Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 392 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 493 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 396 | Komentar

Baca


Cilegon Protes Panitia MTQ


SERANG
- Kafilah Kota Cilegon memprotes ketidakprofesionalan panitia MTQ XIV Provinsi Banten. Wakil Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon Suadillah mengaku kecewa berat dengan panitia karena sejumlah lomba yang dilaksanakan tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari awal lomba. Suadillah bahkan menyebut bahwa panitia MTQ Provinsi Banten telah menzalimi kafilah dari Cilegon.

Suadilah mengatakan bahwa dalam cabang Qira'atul Kutub golongan ula yang dilaksanakan di Masjid Jami Al Faizin, Kecamatan Cinangka, Selasa (18/4), panitia dengan seenaknya mengubah materi yang dilombakan.

Dalam juklak dan juknis, kitab yang semstinya dilombakan adalah kitab Al Waraqot, karangan Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf bin Muhammad Al Juwaeni dengan materi seluruh kitab. "Tapi di majelis, yang dilombakan adalah kitab Hasyiyatuddimyathi 'Ala Syarhi Waroqoot, karangan Syekh Ahmad bin Muhammad Addimyati 'Ala Syarhil Waroqoot fii Ushuulifqhi Lil-Imaam Jalaluddin Al Mahalli Rahimahumallah,” paparnya kepada Banten Raya, tadi malam.

“Kafilah kami tetap mengikuti, namun tetap tidak maksimal karena tahu pedoman itu diubah saat pelaksanaan berlangsung. Kami tentu merasa sudah dizalimi, karena kafilah dari Kota Cilegon sendiri yang tidak dikasih tahu,” sambung Suadillah.

Pihaknya ingin persoalan tersebut segera ditindaklanjuti dan ada keputusan dari LPTQ Provinsi Banten, dengan melaksanakan musabaqoh ulang pada cabang tersebut sesuai dengan ketentuan pedoman pokok MTQ.“Kalau tidak diulang, cabang Qira'atul Kutub golongan ula lebih baik digugurkan seluruhnya atau ditiadakan,” katanya.

Terpisah, Ketua Harian LPTQ Provinsi Sybli Sarjaya menjelaskan, perubahan kitab yang dilombakan dalam rangka mempermudah para peserta, karena kitab Al Waraqot dapat mempersulit pembaca jika tidak ada syarahnya (penjelasan).

“Itu memang semula kitab Al Waraqot, tapi jika kitab itu tidak dibantu dengan syarahnya akan mengalami kesulitan bagi pembaca. Untuk mempermudah peserta maka kita gunakan kitab Hasyiyatuddimyathi 'ala Syarhi Waraqot, tetapi dalam kitab itu matannya tetap ada,” kata Syibli.

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut telah selesai dibicarakan dengan pengurus LPTQ Kota Cilegon. “Ternyata rupanya Cilegon telah mengkader para pesertanya dalam mengkaji kitab Al Waraqot, makanya agak keberatan tapi sudah clear semua dan Cilegon sudah menerima. Pergantian kitab itu tidak menyalahi aturan,” paparnya.

Sementara itu, seperti diprediksi sebelumnya, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan bersaing sengit dalam meraih juara umum. Informasi tadi malam, jumlah finalis dari dua daerah ini beda tipis. Kabupaten Serang berhasil meloloskan 32 peserta ke final, sementara Kota Tangsel 29 peserta.

Sekretaris LPTQ Kabupaten Serang Ahmad Satiri optimistis jika Kabupaten Serang akan menjadi juara umum. “Informasi terakhir yang tadi (kemarin-red) kami terima, peserta kita yang masuk babak final 32 orang disusul dengan Tangsel sebanyak 29 orang," katanya.

Salah seorang dewan hakim yang enggan disebutkan namnya menuturkan, kepastian juara umum akan ditentukan oleh poin yang diperoleh berdasarkan hasil pada saat final digelar. “Hitung-hitungannya kan, untuk mendapat juara umum itu siapa yang paling banyak juara satunya. Kalau juara satunya sudah di atas 20 saja, itu sudah aman. Tapi kalau berdasarkan hasil sementara, kelihatannya Kabupaten Serang yang akan jadi juara umum,” ujarnya.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan proses kegiatan MTQ berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. “Saya berharap Kabupaten Serang sebagai panitia lokal bisa menjadi penyelenggara sesuai yang diharapkan oleh kabupaten/kota yang lain. Dan mudah-mudahan tidak ada kendala yang berarti sampai penutupan besok,” kata Bupati, saat meninjau lokasi perlombaan, kemarin siang.

Ia menjelaskan, peluang juara umum penentunya ada di peserta yang mengikuti lomba. “Saya dapat informasi Kabupaten Serang tertinggi dari jumlah yang masuk final, tentunya ini bisa menjadi tiket untuk juara umum. Selain juara umum, yang utama adalah pemahaman peserta terhadap kandungan Al Wuran itu sendiri dan mengaplikasinya pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (wulan/tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir