Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 855 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 572 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


Ahok Ditunggu Pengadilan


JAKARTA
- Pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menang sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta versi hitung cepat seluruh lembaga survei yang memantau Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4).

Dari 100 persen suara yang masuk di 350 TPS, Anies-Sandi menang atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).Versi Lembaga Survei Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Anies-Sandi berhasil meraup suara 58,1 persen.

Sementara Ahok-Djarot hanya berhasil meraih perolehan suara sebanyak 41,9 persen. Anies-Sandi menang di hampir seluruh TPS di wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. Di Kepulauan Seribu keduanya meraup suara 73,65 persen. Pasangan Ahok-Djarot kalah telak yakni 26,35 persen.

Di Jakarta Selatan, Anies-Sandi menang 59,42 persen, sementara Ahok-Djarot 40,58 persen. Jakarta Timur, Anies-Sandi kembali unggul 61,65 persen, disusul Ahok-Djarot hanya 38,35 persen.Berikutnya Jakarta Utara, Anies-Sandi juga menang 53,68 persen, Ahok-Djarot hanya 46,32 persen. Padahal di Pilkada DKI Putaran pertama, pasangan Ahok-Djarot unggul di Jakarta Utara. Jakarta Timur, sama seperti Pilkada DKI Putaran pertama, lagi-lagi Anies-Sandi mendulang banyak suara sebanyak 61,65 persen, Ahok-Djarot hanya 38,35 persen.

Selanjutnya di Jakarta Barat, pasangan Anies-Sandi menang 56,73 persen. Pasangan Ahok-Djarot hanya ‎43,27 persen. Terakhir di Jakarta Pusat, kembali pasangan Anies-Sandi menang 56,1 persen, sementara pasangan Ahok-Djarot 43,9 persen.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkomentar terkait banyaknya survey dan hitungan cepat dalam putaran kedua. Menurutnya, sebenarnya survey dan hitungan cepat itu belum bisa menjadi pegangan. Yang utama bisa menjadi ukuran adalah hasil perhitungan dari KPU.

Hasil resmi pilkada DKI Jakarta itu ada pada penghitungan resmi KPU. Maka, survey dan penghitungan cepat itu jangan menjadi pegangan utama. ”Maka semua pihak harus menunggu hasil resmi KPU,” jelasnya.

Dia menegaskan, untuk keamanan kotak suara tentu sudah dipersiapkan. Pasukan yang berjaga di TPS akan mengawal hingga ke KPU. ”Jadi, penghitungannya nanti juga akan kami amankan,” ungkapnya.

Bila, nantinya ada perbedaan-perbedaan pendapat terkait pilkada, maka setiap pihak diharapkan bisa menyelesaikannya melalui mekanisme hukum. Seperti, gugatan di Mahkamah Konstitusi.”Kami berupaya untuk menjaga keamanannya,” terang mantan Kapolda Papua tersebut.

Terkait keamanan Jakarta selama pencoblosan, Tito menuturkan bahwa tidak ada kejadian gangguan keamanan yang menonjol selama pencoblosan. Hanya ada beberapa situasi kesalahpahaman yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. ”Tapi, berhasil dikendalikan petugas dan hanya karena salah paham,” ujarnya.

Kejadian salahpaham itu bila dibandingkan dengan 13 ribu TPS yang ada, maka jumlahnya sangat kecil. Sehingga, sekali lagi kondisi Jakarta sangat aman selama pencoblosan. ”Ada juga surat suara yang kurang, tapi bukan masalah berarti,” terangnya.

Yang juga penting, sebenarnya hari ini (20/4) terdapat agenda yang cukup krusial, yakni pembacaan tuntutan sidang dugaan penistaan agama dan kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

”Pengamanan tidak akan kendor setelah pilkada, kamu akan lakukan secara maksimal. Polri siap untuk mengamankan dua agenda tersebut secara maksimal,” tutur mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) tersebut.

Pengamanan itu akan dilakukan berdasarkan pada informasi intelijen. Seperti apa ancamannya, maka pengamanan akan diseimbangkan. ”Kita lihat bagaimana intelijen,” jelasnya. Sementara itu, Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno mengaku tidak akan lupa kepada program-program yang diusungnya termasuk memberikan rasa keadilan bagi warga Jakarta. "Komitmen kami konsisten kepada keadilan sosial. Itu artinya membereskan masalah yang ada di Jakarta," ujar Anies di kediaman Prabowo, Jalan Kertanega, Rabu (19/4).

Pantauan di lokasi Anies tampak tidak bisa menahan air mata saat mengucapkan kemenangannya itu. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga menegaskan akan terus merangkul Ahok dan Djarot.

Sementara, Sandiaga Uno juga tidak kuasa menahan air matanya. Air mata bahagia keluar dari matanya lantaran telah berjuang dengan Anies Baswedan di Pilgub DKI ini."Saat ini hal yang pertama akan kami lakukan berkomunikasi dengan Pak Basuki dan Pak Djarot, lupakan 5 bulan yang lalu. Kita tetap 5 tahun ke depan yang penuh kejayaan," pungkasnya.

Dalam konferensi pers itu, banyak air mata tertumpah, karena Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga tidak kuat menahan air matanya. Dia tidak kuasa bahkan sampai mengusap wajahnya. Prabowo mengaku sangat bersyukur lantaran perjuangan yang ia lakukan untuk memenangkan Anies-Sandiaga tidak sia-sia.

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui kekalahan setelah melihat hasil quick count berbagai lembaga survei. Dia lantas mengucapakan selamat kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang unggul cukup jauh dari perolehan suaranya."Selamat untuk Anies-Sandi dan timses pendukung. Kami semua sama, ingin Jakarta baik, karena Jakarta rumah kita bersama," kata Ahok di Pullman Hotel, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Setelah ini, dia berharap agar masyarakat segera melupakan semua konflik yang terjadi selama kampanye pilkada. Jika hasil quick count tidak meleset, mantan Bupati Belitung Timur itu berjanji tetap akan bekerja sebaik mungkin. Hingga periode kepemimpinannya selesai pada Oktober 2017. (jpg) 

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir