Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 255 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 275 | Komentar

Baca


Ramadan, Fokus Kendalikan Sembako


SURABAYA –
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin stok bahan pokok untuk kebutuhan selama Ramadan masih aman. Bukan hanya jaminan stok, sejumlah komoditas yang harganya rentan bergejolak (volatile food) dikendalikan melalui penetapan harga eceran tertinggi (HET).

Sejak 3 April lalu, Kemendag juga mewajibkan seluruh distributor melakukan pendataan stok hingga level agen. Bila ada indikasi penimbunan stok, pemerintah akan melakukan penindakan.’’Dengan kecukupan stok, tidak ada alasan terjadi gejolak harga,’’ kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa Timur di Surabaya kemarin (19/4).

Terkait dengan pengendalian harga, Kemendag telah menetapkan HET. Yakni, gula Rp 12.500 per kg, daging beku Rp 80 ribu per kg, dan minyak goreng kemasan Rp 11 ribu per kg. ’’Kalau ada toko yang berani menaikkan harga, patut diduga melakukan kartel harga. Dan, itu pasti kena law enforcement,’’ tegas dia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah menyatakan, kebijakan pengendalian pasokan dan penetapan HET menjadi instrumen pengendali inflasi. TPID bakal menindaklanjuti dengan mengecek harga di pasar. ’’Kami akan dukung dan itu bisa sangat kuat mengendalikan harga,’’ ujarnya.

Difi menargetkan inflasi pada Ramadan tahun ini minimal sama dengan tahun lalu. Meski begitu, dia mengakui bahwa tantangan mengendalikan inflasi pada tahun ini lebih berat karena ada tekanan kenaikan harga minyak internasional. ’’Karena itu, bakal kami kompensasi melalui (pengendalian inflasi, Red) volatile food,’’ terangnya.

Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan, stok bahan pokok di Jatim mencukupi untuk kebutuhan selama puasa. Stok beras sampai April tercatat 531 ribu ton yang tersebar di 364 gudang Bulog se-Jawa Timur dan stok gula tercatat 174 ribu ton. Stok daging sapi mencapai 150 ribu ton.

Stok yang terancam adalah kedelai yang diprediksi defisit 18 ribu ton dan bawang putih 4 ribu ton. ’’Sebagian besar mengalami surplus. Bahkan, Jatim mendistribusikan bahan pokok ke 17 provinsi,’’ ungkap Soekarwo.Kemarin TPID juga mengirimkan 66 ton beras dan 66 ton gula sebagai upaya pemerataan stok di daerah nonprodusen. (jpg)

Beri komentar


Security code
Refresh