Crime News

Warga Nigeria Telan Sabu Rp 3,5 Miliar

News image

KOTA TANGERANG - Tiga warga Nigeria kedapatan menelan sabu senilai Rp...

Hukum & Kriminal | Jumat, 29 Agustus 2014 | Klik: 176 | Komentar

Baca

Residivis Maling Motor Ditembak

News image

TANGERANG - Dua tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yakni ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 28 Agustus 2014 | Klik: 76 | Komentar

Baca

Polisi Tembak Tersangka Curanmor

News image

RANGKASBITUNG- Satuan Resimen Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak berhasil membekuk empat ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 27 Agustus 2014 | Klik: 89 | Komentar

Baca


Biro Kesra Banten Digeledah

SERANG - Biro Kesra Setda Provinsi Banten di KP3B digeledah penyidik Kejari Tigaraksa, Selasa (2/7). Penggeledahan dilakukan penyidik untuk mencari barang bukti dokumen dalam kasus dugaan korupsi pada penggunaan dana bantuan sosial (bansos) oleh Yayasan Al-Mukarobah di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tahun 2012 senilai Rp 500 juta.

Informasi yang diperoleh, penggeledahan dilakukan belasan tim penyidik. Mereka datang dengan menggunakan empat unit mobil. Tiba di lokasi, mereka masuk dan melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di biro kesra tersebut. Penggeledahan berlangsung hingga pukul 18.45. Para penyidik terlihat membawa sejumlah kardus yang berisi berkas-berkas yang diduga dokumen kasus tersebut.

Ditemui di lokasi, Kasi Intelijen Kejari Tigaraksa Musa menyatakan bahwa penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi APBD Banten untuk program peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan sarana dan prasarana tahun 2012 di Yayasan Al-Mukarobah, Kabupaten Tangerang. Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti yang dibutuhkan untuk penyidikan. "Iya, ini untuk mencari barang bukti terkait dengan kasus itu," kata Musa kepada wartawan usai penggeledahan, kemarin.

Ditanya mengenai dokumen apa saja yang disita, Musa enggan menjelaskannya dengan alasan hal itu telah masuk materi penyidikan. Meski begitu, Musa mengakui bahwa penggeledahan hanya dilakukan di ruang biro kesra.  "Pokoknya berkaitan dengan kasus yang kita ditangani, apa saja dokumen yang kita sita tidak bisa kita sebutkan," ungkapnya.

Musa tidak membantah jika kasus yang ditanganinya tersebut merupakan kasus bantuan fiktif oleh Yayasan Al-Mukarobah. "Ya, bisa dibilang seperti itu," tegasnya.
Disinggung mengenai tersangkanya, Musa enggan menjelaskan. Kasus yang ditanganinya tersebut sudah masuk tahap penyidikan. "Nanti saja ya," paparnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Mashuri membantah adanya penggeledahan di kantornya. Menurutnya, kedatangan tim dari Kejari Tigaraksa tersebut hanya bermaksud meminta data terkait hibah dan bantuan sosial. Bahkan dirinya pun mengaku tidak berada di tempat pada saat permintaan data tersebut. Namun Mashuri telah memerintahkan kepada stafnya agar memberikan seluruh data dalam kewenangan biro kesra. “Bukan penggeledahan, hanya minta data. Yang menerima bukan saya, tapi saya sudah mengizinkan. Sepanjang itu dalam kewenangan kami, tentu data itu akan kami berikan secara keseluruhan,” ujar Mashuri. (marjuki/ibah)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir