Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 30 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 99 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 75 | Komentar

Baca


Terumbu Banten Jadi Mulok


CILEGON – Terumbu Banten akan menjadi salah satu aliran pencak silat yang diajarkan sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah yang ada di Kota Cilegon. Untuk itu, para pelatih yang sekarang sudah disiapkan oleh Terumbu Banten Koordinator Daerah Kota Cilegon dituntut untuk profesional memberikan pengajaran kepada siswa. Sebab, mengajar di sekolah berbeda dengan mengajar di padepokan maupun peguron. Pengajaran di sekolah harus memiliki metodologi, bahan ajar, dan sistem penilaian.

“Ada 200 pelatih terumbu yang sudah disiapkan oleh kami untuk mengisi mulok nanti. Selain selalu rajin berlatih bersama dari beberapa bulan kemarin, mereka juga sudah kami berikan pendidikan dan pelatihan berupa metodologi, sistem pengajaran, dan lainnya. Hal ini agar para pelatih siap memberikan pembelajaran mulok di sekolah,” kata Ketua Umum Terumbu Banten Korda Kota Cilegon Feriyana kepada Banten Raya, Minggu (10/12).

Feri menjelaskan, dijadikannya Terumbu Banten sebagai mulok di Kota Cilegon adalah sesuai dengan memorandum of understanding (MoU) antara Terumbu Banten Korda Kota Cilegon dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon dalam rangka melestarikan seni budaya pencak silat. Hal tersebut juga sesuai dengan peraturan menteri jika sekolah harus memberikan pelajaran seni dan budaya.

“Pada tahun ini (2017) kami sudah melakukan MoU dengan Dindik Kota Cilegon. Implentasinya nanti pada Januari 2018. Sekarang kami sedang mempersiapkan berbagai hal terkait dengan pengajaran dan SDM (Sumber Daya Manusia) pelatihnya,” jelasnya.

Diungkapkan Feri, hanya ada beberapa kendala teknis saja persoalan dengan kesiapan para pelatih untuk mengisi mulok, salah satunya kendala tersebut adalah persoalan waktu. Sebab, kebanyakan dari pelatih adalah orang-orang yang juga sibuk bekerja.

“Hanya masalah teknis waktu saja, sebab kami sedang melakukan penyesuaian waktu kerja para pelatih dan juga jam mengajar yang ada di sekolah. Namun, hal ini nanti kami akan bicarakan kembali dengan pihak terkait, baik Dindik Kota Cilegon maupun pihak sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu Pembina Terumbu Karang Banten Korda Kota Cilegon Bayu Panatagama menjelaskan, dengan adanya mulok pencak silat Terumbu Banten di sekolah diharapkan bisa melesatrikan budaya dan seni pencak silat di Kota Cilegon.

Melalui pengenalan mulok pencak silat lebih dini diharapkan menjadikan anak-anak lebih cinta terhadap budayanya sendiri.“Kami berharap semenjak dini dikenalkan maka kecintaan terhadap pencak silat khususnya Terumbu Banten semakin bagus, khususnya generasi penerus,” jelasnya.

Bayu juga mengungkapkan, setelah menanamkan kecintaan, tujuan berikutnya adalah muncul berbagai prestasi dari pencak silat tersebut.“Awal kami mengenalkan kembali kepada siswa. Secara bertahap maka diarahkan kearah prestasi,” ungkapnya. (uri)



Beri komentar


Security code
Refresh