Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 30 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 99 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 75 | Komentar

Baca


Siswa Al Khairiyah Wajib Mengaji di Rumah


CILEGON – Siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Khairiyah Karang Tengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta diwajibkan untuk mengaji di rumah. Hal tersebut dilakukan selain agar siswa tetap mendapatkan pendidikan agama di rumah masing-masing, siswa juga senantiasa mentradisikan mengaji yang pada era sekarang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah di rumah.

“Kami pihak sekolah mencoba membangun dan meningkatkan pendidikan keagamaan dengan cara mewajibkan para siswa untuk mengaji di rumah masing-masing. Hal ini agar siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran agama di sekolah saja, namun di rumah juga tetap dilakukan pendidikan mengaji. Selain itu tradisi mengaji di Kota Cilegon juga sudah mulai terkikis, kami berharap dengan memberikan kewajiban tradisi tersebut akan tetap terjaga,” kata Kepala MA Al Khairiyah Karang Tengah Rouf, Senin (20/11).

Raof menjelaskan, untuk memastikan para siswa mengaji di rumah, pihak sekolah memberikan kartu kendali. Dimana kartu tersebut harus ditandatangani oleh guru mengaji siswa di rumah masing-masing. Selain itu, setiap bulannya pihak sekolah akan datang dan menanyakan langsung kepada para guru ngaji jika siswanya memang selalu mengaji.

“Kami setiap bulannya pasti keliling ke rumah-rumah ustad mengaji para siswa untuk menanyakan langsung kebenaran jika siswa mengaji setiap hari dan kartu kendali tersebut ditandatangani. Ini akan menjadi penilaian para guru nanti kepada murid. Dengan begitu murid tidak bisa berbohong,” jelasnya.

Diungkapkan Rouf, selain wajib mengaji di rumah, setiap hari juga setelah dilakukan salat Duhur berjamaah siswa selalu mendapatkan materi dan praktik ibadah sekaligus mengaji. Hal tersebut agar para siswa bisa melakukan ibadah baik wajib maupun sunah.

“Biasanya setelah salat berjamaah kami memberikan materi praktik salat fardu maupun salah sunnah, seperti salah jenazah dan praktik ibadah salat sunah lainnya. Termasuk kami juga mewajibkan para murid untuk melakukan salat duha sebelum memulai pelajaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MTs Al Khairiyah Karang Tengah Ayatullah menjelaskan, praktik ibadah salat dan mengaji sangat penting. Untuk itu, pihak sekolah mewajibkan kepada setiap murid untuk mengaji di sekolah maupun di rumah.

Hal tersebut agar para murid terbiasa melakukan ibadah dan mampu menguasai baca tulis Alquran.“Kami memang menekankan praktik keagamaan, khususnya pelajaran mengaji dan salat. Sebab ini bekal bagi para siswa untuk membangun akhlak lewat salat dan mengaji,” jelasnya.

Ayat berharap, dengan pihak sekolah mewajibkan salat dan mengaji kepada siswa bukan saja kecerdasan akal yang didapatkan, namun juga siswa mendapatkan kecerdasan spiritual dan akhlak. Sebab, dalam era globalisasi sekarang minim manusia-manusia yang memiliki moral dan akhlak.“Kedepan kami berharap para siswa mampu mewujudkan generasi yang memiliki moral dan akhlak. Untuk itu, sekarang para siswa ditempa dan dibekali,” harapnya. (mg-uri)


Beri komentar


Security code
Refresh