Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


Fokus di Dua Laga Tersisa di Babak 16 Besar


CILEGON – Skuat Cilegon United diminta fokus untuk menjalani dua laga tersisa putaran babak 16 besar Liga 2. Dua laga tersisa melawan Sleman di Stadion Krakatau Steel dan PSPS di kandang lawan merupakan laga krusial untuk membuka peluang agar bisa lolos ke babak 8 besar.

Posisi CU berada di peringkat kedua di grup A dengan torehan 6 poin hasil dua kali menang dan dua kali kalah. Posisi pertama masih diduduki Persis Solo dengan 7 poin hasil dua kali menang, 1 kali seri, dan 1  kalah. Posisi ketiga ditempati PSPS dengan poin 5 setelah mengalahkan tuan rumah PSS Sleman dengan skor 3-2.

PSPS mengumpulkan 5 poin hasil satu menang,  2 seri dan satu kali kalah. Posisi paling buncit yakni PSS Sleman dengan raihan 4 poin hasil dari satu kali menang, satu kali seri dan dua kali kalah.   Melihat semua tim di grup ini mempunyai peluang lolos, diharapkan agar skuat untuk melupakan kemenangan terakhir melawan Persis Solo. Diminta pemain konsentrasi untuk dua laga tersisa.

“Dua laga melawan Sleman dan Pekanbaru pertandingan krusial. Kami berharap bisa meraup poin sempurna 6 poin dari dua laga tersebut. Pemain harus melupakan kemenangan dan kembali konsentrasi untuk laga selanjutnya yang dihelat Jumat (6/10) melawan PSS Sleman,” ujar Pelatih CU Imam Riyadi.

Agar tidak membebani anak asuhnya, Imam mengatakan pihaknya konsentrasi dari satu laga ke laga lainnya. Dengan fokus satu persatu laga yang dijalani diharapkan moral anak asuhnya semakin bagus.
“Kami tidak mau memikirkan tim lainnya.

Saya dan anak-anak konsentrasi bagaimana memenangkan pertandingan. Harapannya tim kuat di grup terpeleset sehingga kami bisa mengantongi tiket 8 besar,” ujarnya. Jelang laga melawan Sleman anak asuhnya lebih banyak berlatih teknik dan strategi.

Sebab dengan waktu istirahat yang sempit tidak mungkin memberikan pelatihan yang menguras fisik. “Seperti biasa kami latihan strategi dan berlatih fisik ringan untuk mengembalikan kebugaran pemain. Anak anak dalam kondisi fit jelang laga lawan Sleman,” tutup dia. (wisnu)