Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Pembunuh Nurhayati DPO Kasus Bobol Toko


SERPONG - Dua tersangka pembunuhan Siti Nurhayati yang terjadi pada Minggu (3/12) akhirnya ditangkap oleh Tim Vipers Polres Tangsel. Mereka dalah RS, dan AS. RS merupakan kekasih Siti Nurhayati, yang baru dikenalnya 7 bulan lalu.

Pascamembunuh Siti Nurhayati, RS bersama dengan kawannya kabur keluar kota untuk menghilangkan jejak.Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, setelah melakukan pembuhan, tersangka akhirnya diamankan di Subang, Jawa Barat.

Ia menjelaskan selama pelarian, tersangka sempat menjual barang bukti berupa telepon genggam korban untuk bekal perjalanan menuju Subang. “Telepon genggam korban dijual oleh tersangka di Bekasi dengan harga Rp 150 ribu untuk bekal melarikan diri ke Subang. Selain itu motor korban juga diganti plat nomornya,” ujarnya Rabu (6/12).

Fadli mengatakan, pelaku sudah mengenal korban selama 7 bulan. Awal perkenalan pelaku dengan korban dimulai dari media sosial facebook. Empat bulan berkenalan, kedekatan pelaku semakin intens dan berlanjut ke status pacaran yang sudah berlangsung selama tiga bulan.

Motif yang dilakukan adalah ekonomi, karena pelaku sudah mengetahui PIN ATM korban. “Di dalam rekening korban ada uang sebanyak Rp 3 juta. Tertarik dengan isi rekening korban, pelaku merencanakan untuk mengambil isi tabungan karena sudah mengetahu PIN-nya,” tambahnya.

Agar rencana berhasil, Ridwan berpura pura berantem dengan korban. Kemudian teman pelaku mencekik korban dari belakang. Agar terkesan insiden tersebut merupakan aksi bunuh diri, pelaku menyayat tangan korban.

Sekadar diketahui, pelaku Ridwan sebelumnya juga menjadi daftar pencarian orang di Polsek Cisauk 2014 mengenai pencurian toko. Adapun barang bukti yang diamankan berupa dua buah telepon genggam, sepeda motor, plat nomor yang dibuang pelaku ke dalam sungai di Subang. “Selama penangkapan tidak ada perlawanan dari pelaku. Tujuan pelaku melarikan diri ke Subang diduga ke tempat pacar barunya,” tambahnya.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman mati dan hukuman penjara selama dua puluh tahun. Adapaun pasal yang dikenakan untuk mempertanggung jawabkan aksinya, pelaku dikenakan pasal 340, 338, dan 351 KUHP mengenai pembunuhan berencana atau pencurian dengan kekerasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangel, AKP Ahmad Alexander Yurikho mengatakan, selama pelarian, tersangka sempat mem-posting motor korban ke dalam facebook untuk dijual. “Motor belum sempat dipereteli, baru plat nomornya saja yang diganti. Dan tersangka selama 2017 sudah melakukan pencurian motor selama tiga kali,” ucapnya seraya menyebut uang hasil pencurian dipergunakan pelaku untuk mabuk.

Tersangka Ridwan mengaku tega membunuh kekasihnya itu karena tidak mampu menahan emosi, terlebih saat itu orangtuanya sedang membutuhkan uang. “Orangtua butuh uang buat benerin motor. Saya kenal di facebook, terus ketahuan selingkuh. Dia tidak mau menerima anak saya,” pungkasnya. (rbnn)

Beri komentar


Security code
Refresh