Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Pedagang Ngaku Diminta Iuran Pegawai PD Pasar


TANGERANG–Pedagang liar di kawasan Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang mengaku dimintai sejumlah iuran dari RT dan RW setempat. Tidak hanya itu, ada beberapa oknum yang turut memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah retribusi guna menjaga dan mengamankan pedagang liar tersebut.

“Setiap bulan saya diminta iuran ke RT Rp 30 ribu, RW Rp 50 ribu, belum lagi listrik ke orang Madura sehari Rp 14 ribu, ada juga yang ngaku dari PD pasar minta Rp 60 ribu,” tutur Sawinyo salah seorang pedagang warteg asal Brebes, Selasa (5/12).

Sawinya terlihat kesal ketika melihat bangunan miliknya dihancurkan. Pasalnya oknum yang kerap meminta iuran tidak terlihat saat itu. “Pada minta bayarnya doang, giliran begini (dibongkar,red) pada hilang,” tuturnya yang mengaku sudah 9 tahun berjualan.

Soal oknum bernama Salaran yang mengaku sebagai karyawan PD Pasar, Direktur PD Pasar Titien Mulyati membantah isu tersebut. “Di pegawai kami tidak ada yang namanya Salaran. PD Pasar tidak pernah memungut sepeserpun dari pedagang yang ada di jalan,” tukasnya melalui sambungan telepon.

Hal itu terjadi ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang melakukan penertiban terhadap bangunan liar (bangli) di wilayah Pasar Anyar dan beberapa titik di Kecamatan Tangerang.
Penertiban tersebut dikatakan rutin dilakukan menjelang perayaan Natal dan libur akhir tahun. Penertiban yang melibatkan sebanyak 150 personel gabungan Sapol PP dan jajaran samping menyisir beberapa tempat seperti Jalan Ahmad Yani, kawasan Pasar Anyar, Jalan Ki Samaun, Ki Asnawi dan berakhir dengan penertiban PKL di Kali Pasir.

“Banyak pedagang yang mendirikan bangunan semi permanen di atas trotoar dan saluran air. Terutama yang ada di dalam gang wilayah Pasar Anyar. Meski sudah di sosialisasi namun belum ada pergerakan juga, makanya sekarang mau tidak mau kita tertibkan,” ucap Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana.

Sebanyak 18 kios diratakan dengan tanah. Sebelumnya, para pemilik diberi kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang jualan. Satu persatu bagian bangunan dilepaskan seperti terpal, bambu dan kayu yang digunakan untuk menyanggah bangunan.“Sebenarnya para pedagang makanan, minuman dan buah-buahan ini diberikan tempat secara gratis di dalam gedung Pasar Anyar tepatnya di lantai 2,” lanjutnya.

Mumung melanjutkan, pihak PD Pasar memiliki peranan yang sangat besar dalam membantu menertibkan para pedagang liar di kawasan Pasar Anyar. “Karena alasan sepi akhrinya pedagang memilih kembali lagi berjualan di jalanan,nah PD Pasar harus menyikapi hal ini,” tukasnya.

Selain itu, Tramtib maisng-masing kecamatan dituntut untuk selalu memberikan pengawasan lebih di lapangan. “Contohnya di Pasar Anyar ini. Kalau pedagang sudah memberikan ancang-ancang membuat lapak, Tramtib harus langsung tegur, mengingat Satpol PP tidak selalu standby karena melakukan monitoring di 13 kecamatan,” tukasnya.

Sementara itu, sebanyak 24 personel gabungan Polsek Tangerang Kota dan Polres Metro Tangerang Kota dibawah komando Kaur Subbag Dalops Polres Metro Tangerang Kota, AKP Yusuf Suhadma dilibatkan dalam proses pembongkaran tersebut. “Kita turut serta melakukan pengamanan dan pengawasan guna menghindari penolakan dan kemungkinan terjadinya bentrok antar pedagang,” paparnya. (mg-01)

Beri komentar


Security code
Refresh