Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 28 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 255 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 274 | Komentar

Baca


Radius 300 Meter, Narkoba Bisa Terlacak *BNN Gunakan Teknologi Canggih


KOTA TANGERANG - Untuk melancak maupun mengungkap peredaran narkoba, aparat penegak hukum sering adu strategi maupun teknologi dengan pelaku atau pengedar narkoba.

Untuk merespon kondisi tersebut, BNN Kota Tangerang menggunakan GT 200, teknologi mutakhir pengendus narkoba. Teknologi besutan Jerman tersebut diklaim mampu mengendus keberadaan narkoba dengan radius 300 meter.

Kepala BNN Kota Tangerang, AKBP Akhmad F Hidayanto menjelaskan, GT 200 beroperasi dengan cara mendeteksi kondisi tubuh manusia. Tak hanya itu, GT 200 juga mampu mendeteksi beragam jenis narkoba melalui sensornya. "Alat pendeteksi didatangkan langsung dari Jerman," katanya.

Jika diamati, lanjut Akhmad, alat ini nampak seperti separuh handle motor. Secara kasat mata, nampak tidak ada yang istimewa dari alat ini. Berbahan dasar plastik serta dilengkapi sebuah antena di bagian handle bawah. Antena tersebut berfungsi sebagai penunjuk keberadaan barang terlarang tersebut.

Akhmad menjelaskan, keistimewaan alat tersebut terletak pada chip yang tertanam di dalamnya. Masing-masing chip itu mampu mendeteksi sejumlah jenis narkoba. "Itu fungsinya ada 12 pendeteksi materi membahayakan, karena BNN hanya untuk narkotika, jadi hanya 4 chip yang digunakan, paling banyak 5, karena yang lain tidak diperlukan.

Dari chip inilah bisa diketahui morfin, heroin, kokain, amphetamin, methamphetamin, ekstaksi dan shabu, dan THC (ganja)," jelasnya. Kecanggihan alat ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Akhmad mengatakan, alat tersebut berharga Rp 480 juta.

Akhmad sendiri meminjam alat tersebut dari BNN Provinsi Banten. Namun dia berharap suatu saat pihaknya memiliki fasilitas tersebut. "Ini saya dipinjamkan karena dulu saya kabid pemberantasan. Bukan saya ambil, kota pengen punya. Saya punya keyakinan kalau punya itu bisa anteng, kerja lebih prima,” ujarnya.

Beri komentar


Security code
Refresh