Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 38 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 78 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 105 | Komentar

Baca


PPDB Tangsel Kisruh


Tangsel
- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menyisakan masalah yang cukup pelik. Bahkan, orangtua calon peserta didik yang anaknya tak tercantum dalam pengumuman online pada website milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat bakal berlaku nekat jika tak keinginannya diakomodasi.

Seperti pantauan Banten Raya, di jejaring sosial youtube tersebar video seorang orangtua calon peserta didik. Pada video berjudul "Tuntut Walikota Tangsel, Wanita Berkerudung hijau ini siap telanjang bulat" tersebut menyuarakan kekecewaannya ihwal proses PPDB di Kota Tangsel.

Dalam video itu, wanita berkerudung dengan inisial IA itu mengancam akan bertelanjang bila anaknya gagal masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Kata dia, selain buah hatinya yang terancam tak masuk SMP Negeri, masih banyak anak lain yang tak berhasil masuk sekolah-sekolah negeri."Upaya ini sebagai bentuk aspirasi kami dari masyarakat. Ini juga disaksikan oleh para RT, RW dan para sesepuh," tandasnya.

Tak hanya IA, hal serupa juga terjadi terhadap puluhan orangtua calon peserta didik di Kelurahan Pakualam. LN, salah seorang orangtua calon peserta didik mengaku nama anaknya sempat masuk dalam daftar siswa di situs ppdb.tangerangselatankota.go.id. Namun belakangan, nama anaknya tiba-tiba hilang dan dinyatakan tak diterima.

Dia mendaftarkan anaknya DAP di situs resmi ppdb.tangerangselatankota.go.id pada tanggal 04 Juli 2017 dengan nomor urut 119. LN ingin mendaftarkan anaknya di SMPN 15 yang Cuma 50 meter dari rumahnya. Namun, pada 07 Juli sekira pukul 14.00 WIB, nama anaknya sudah tidak lagi di database situs."Gimana saya ga kaget, tiba-tiba nama anak saya sudah tidak ada lagi di website. Ini sudah saya adukan bersama orangtua siswa lain yang senasib ke Lurah. Mudah-mudahan bisa ada titik terang," kata LN.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan pihaknya memang banyak menerima keluhan dari orangtua calon peserta didik baru. Bahkan diakuinya, Dindikbud Kota Tangsel sudah menerima sebanyak 1.083 pengaduan ihwal PPDB."Keluhan soal NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan sistem zonasi. Pengaduan akan diakomodasi dan harapannya akan ada solusi yang baik untuk semua," katanya singkat. (iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir