Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 20 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 89 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca


Pontren Atsaniyah Kebanjiran


SERPONG
- Puluhan santri di Pondok Pesantren Atsaniyah di Jalan Puspiptek Raya, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa diungsikan. Ini setelah Pondok Pesantren tersebut direndam banjir setinggi satu meter pada Senin (10/7) dini hari hingga pagi.

Informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi kawasan Pondok Pesantren Atsaniyah sejak Senin (10/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, kondisi cuaca di kawasan Kota berpenduduk 1,45 juta jiwa tersebut memang dilanda hujan deras sejak Minggu (9/7) malam.

"Banjir datang sejak Senin dini hari. Kita terpaksa mengungsi karena ketinggian mencapai sekitar satu meter," kata Pengurus Pesantren Atsaniyah, Gus Alvi menjelaskan kepada wartawan, Senin (10/7).
Ia mengaku, kegiatan belajar di Pondok Pesantren Atsaniyah belum efektif.

Maka itu, hanya ada sejumlah santri saja yang ada di kawasan Pondok Pesantren (Pontren). Sementara santri-santri lain belum kembali pascalibur lebaran. "Untungnya kegiatan belajar mengajar belum mulai karena memang santri masih libur lebaran," sambungnya.

Gus Alvi mengaku, banjir di Pondok Pesantren Atsaniyah baru kali pertama terjadi sejak ia menjadi pengurus. Maraknya pembangunan cluster di kawasan tersebut, diakuinya menjadi salah satu pemicu banjir di kawasan tersebut.

"Ini kali pertama banjir. Sebelum adanya perumahan, banjir tidak pernah sekalipun terjadi di area pondok pesantren. Baru kali ini kebanjiran, karena drainase sempit ketika memasuki perumahan," kata Gus Alvi menambahkan.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel Retno Prawati akan terjun ke lokasi untuk mencari tahu penyebab banjir di kawasan tersebut. Kata dia, sistem drainase harus betul-betul terawat agar aliran air lancar dan tidak menjadi penyebab banjir.

"Penting bagi masyarakat untuk menjaga sistem drainase agar berjalan optimal. Tidak membuang sampah dan tidak melakukan aktivitas di atas drainase untuk menjaga aliran air tetap berjalan sebagaimana mestinya," tandasnya. (iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh