Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 392 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 493 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 396 | Komentar

Baca


Longsor di Setu Jadi "Bom Waktu"


Tangsel -
Sedikitnya 54 kepala keluraga (KK) di Kampung Sengkol RT 004/RW 02 Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus direlokasi. Ini lantaran di lokasi tersebut terus terjadi pergeseran tanah yang setiap waktu bisa mengancam masyarakat.

Pantauan di lokasi, pergeseran lahan di kawasan itu mengakibatkan lima rumah warga rusak parah. Lantai rumah terlihat retak-retak, begitu juga dengan dinding rumah. Sementara di bawah tebing, terdapat 54 rumah warga yang sewaktu-waktu bisa tertimbun longsor.

"Longsor ini menjadi bom waktu. Sewaktu-waktu bisa terjadi longsor. Maka itu, kami sedang melakukan rapat agar segera diambil keputusan," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Chaerudin saat meninjau lokasi longsor, Selasa (9/5).

Opsi utama yang harus dilakukan, menurutnya 54 KK yang ada di bawah tebing harus segera direlokasi ke tempat aman. Utamanya, lokasi relokasi yang ditentukan harus berada di zona bebas dari ancaman bencana.

"Kami (BPBD) sebagai perangkat daerah yang? tugas pokok dan fungsinya memegang kendali komando serta pelaksana penanggulangan bencana telah siap melaksanakannya. Tinggal menunggu rapat koordinasi lanjutan. Keputusan harus cepat, karena bencana ini menjadi bom waktu yang bisa sewaktu-waktu terjadi," katanya menambahkan.

Chaerudin juga mengaku, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah meninjau lokasi longsor di RT 004/RW 002 tersebut. Kedatangan tim BPPT itu untuk melihat langsung kondisi topografi wilayah.

"Yang diperiksa itu kemiringan tebing, jenis tanah dan kandungan air di lokasi. Ketika semuanya sudah dikaji maka pemerintah daerah dapat mengeluarkan rekomendasi selanjutnya," kata mantan Kepala Dinas Pemudah dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel ini.

Irfan, warga RT 004/RW 002 Kelurahan Muncul mengatakan pergeseran tanah terjadi pada Sabtu (6/5) lalu. Kata dia, lima rumah warga mendadak retak-retak pada bagian lantai dan dindingnya."Sekarang (warga korban longsor) sudah mengungsi ke rumah tetangga dan di Rumah Singgah Dinsos Tangsel, karena kita juga takutkan akan terjadi longsor sewaktu-waktu. Ini yang harus diantisipasi," tandasnya.(iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir